Tritura: Latar Belakang, Isi, dan Dampaknya dalam Sejarah Indonesia
Sumber Foto: Kompas.com
Latar Redaksi

Tritura: Latar Belakang, Isi, dan Dampaknya dalam Sejarah Indonesia

Pada tahun 1960-an, Indonesia mengalami periode ketidakstabilan yang mengarah pada demonstrasi besar-besaran oleh kalangan mahasiswa. Demonstrasi tersebut melahirkan Tri Tuntutan Rakyat, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tritura, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

Tritura dianggap sebagai awal dari lahirnya Orde Baru, sebuah era yang ditandai dengan pergeseran kekuasaan dari Orde Lama yang dipimpin oleh Presiden Soekarno. Melalui Tritura, mahasiswa dan rakyat Indonesia berusaha untuk menuntut perubahan signifikan dalam pemerintahan saat itu.

Latar Belakang Tritura

Gejolak politik dan ekonomi yang melanda Indonesia pada dekade 1960-an sebagian besar disebabkan oleh sikap Presiden Soekarno yang menjauhkan Indonesia dari pengaruh negara-negara Barat. Pendekatan anti neo-kolonialisme dan neo-imperialisme ini menyebabkan Indonesia kehilangan dukungan politik dan ekonomi dari luar negeri. Akibatnya, negara ini terperosok dalam krisis ekonomi yang parah, yang ditandai dengan lonjakan harga barang kebutuhan pokok.

Puncak dari krisis tersebut terjadi pada tahun 1965, ketika peristiwa Gerakan 30 September (G30S) mengguncang Indonesia. Dalam peristiwa itu, Partai Komunis Indonesia (PKI), yang memiliki kedekatan dengan Soekarno, dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan enam jenderal TNI dan satu perwira. Situasi politik pun semakin memanas, dengan munculnya sentimen anti-PKI dan anti-Soekarno di kalangan masyarakat.

Menanggapi keadaan yang semakin memburuk, pada tahun 1966, mahasiswa dan rakyat mulai melakukan demonstrasi untuk menuntut perubahan. Mereka menganggap bahwa Soekarno tidak mengambil tindakan yang cukup untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi bangsa.

Isi Tritura

Demonstrasi tersebut diprakarsai oleh beberapa organisasi mahasiswa, termasuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), serta organisasi lainnya seperti KABI, KASI, KAWI, dan KAGI, yang tergabung dalam Front Pancasila. Pada tanggal 12 Januari 1966, mereka melakukan unjuk rasa di halaman Gedung DPR-GR, menuntut tiga poin utama yang kemudian dikenal sebagai Tritura.

  • Menuntut pembubaran PKI
  • Menuntut penurunan harga barang
  • Menuntut pembentukan pemerintahan yang bersih dan berwibawa

Tritura menjadi simbol perjuangan mahasiswa dan rakyat Indonesia dalam menuntut perubahan, yang akhirnya berkontribusi pada transisi kekuasaan dan lahirnya Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.