Hobi Membaca Buku dan Komik Edukatif Selama Ramadan
Sumber Foto: Kompasiana.com
Lifestyle

Hobi Membaca Buku dan Komik Edukatif Selama Ramadan

Latar Media - Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Ritme harian terasa sedikit lebih pelan. Energi perlu dijaga, aktivitas pun kadang disesuaikan. Di sela waktu menunggu berbuka, banyak orang memilih bersantai, menonton film, atau sekadar scroll media sosial. Sementara aku punya cara sendiri untuk menikmati waktu luang saat puasa: membaca buku.

Membaca memang sudah menjadi hobi yang cukup lama menemaniku. Entah itu buku fisik maupun ebook, rasanya selalu ada saja yang menarik untuk dibaca. Kadang aku membaca buku fiksi untuk hiburan, tapi lebih sering justru buku nonfiksi yang jadi pilihanku.

Mungkin ini juga tidak lepas dari latar belakang pendidikanku. Aku adalah lulusan pendidikan sejarah, jadi topik-topik sejarah terasa seperti sahabat lama. Tidak heran kalau koleksi buku di rakku sebagian besar berisi buku nonfiksi, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan pendidikan.

Setiap kali menemukan buku sejarah yang menarik, rasanya seperti menemukan potongan cerita masa lalu yang hidup kembali. Apalagi kalau penyajiannya unik dan ringan.

Membaca Komik Sejarah di Bulan Ramadan

Di antara puluhan koleksi buku yang kumiliki, ada juga beberapa komik. Tapi komik yang aku koleksi bukan komik biasa. Sebagian besar adalah komik edukatif, khususnya yang berkaitan dengan sejarah.

Salah satu koleksi yang cukup menarik perhatianku adalah komik berjudul "Kartun Riwayat Peradaban Modern". Komik ini merupakan karya Larry Gonick. Kamu bisa melihat gambaran sekilasnya di instagramku.

Versi aslinya ditulis dalam bahasa Inggris, tetapi sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Gramedia. Bahkan cetakan terbarunya terbit pada tahun 2024.

Seri komik ini terdiri dari dua jilid, dan selama Ramadan kali ini aku fokus membaca jilid pertamanya.

Yang membuat komik ini menarik adalah cara penyampaiannya. Meski membahas sejarah yang cukup kompleks, semuanya disajikan dengan gaya ringan, lucu, dan penuh ilustrasi karikatur. Alhasil, membaca sejarah terasa jauh dari kata membosankan.