Uni Eropa Dorong Baja Hijau untuk Mobil Ramah Lingkungan, Pasokan Masih Terbatas
Sumber Foto: Jawa Pos
Internasional

Uni Eropa Dorong Baja Hijau untuk Mobil Ramah Lingkungan, Pasokan Masih Terbatas

Latar Media - batampos - Uni Eropa mengambil langkah baru dalam upaya menekan emisi karbon sektor otomotif dengan mendorong penggunaan baja rendah karbon atau green steel dalam produksi kendaraan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar blok tersebut untuk mencapai target pengurangan emisi CO₂ hingga 90% pada mobil baru pada 2035.

Berbeda dari target awal yang ingin melarang sepenuhnya kendaraan bermesin pembakaran internal.

Namun, memenuhi target produsen mobil Eropa yang menyumbang sekitar seperlima dari permintaan baja di kawasan harus mengganti sebagian besar baja konvensionalnya dengan baja hijau dan bahan bakar alternatif.

Produksi baja hijau saat ini masih sangat minim dan tergantung pada hidrogen hijau yang dibuat dari energi terbarukan.

Belum tersedia dalam skala besar yang membuat pasokan sulit dipenuhi dan biayanya diperkirakan sekitar 30% lebih tinggi daripada baja konvensional.

Banyak proyek baja hijau yang tertunda maupun dibatalkan karena tingginya biaya dan keterbatasan pasokan hidrogen hijau.

Produsen baja besar seperti ArcelorMittal dan Salzgitter telah menyesuaikan strategi mereka dengan meningkatkan produksi berbasis logam daur ulang (scrap).

Beberapa seperti Thyssenkrupp sedang merundingkan ulang dukungan subsidi dengan pihak Uni Eropa.

Namun, basis bahan baku daur ulang pun terbatas dan tidak cukup untuk menggantikan baja hijau dalam jangka panjang.

Asosiasi otomotif Jerman dan pelaku industri mengkritik rencana ini karena mengikat industri pada teknologi yang belum matang dan di luar kendali mereka.

Selain itu, kurangnya definisi standar untuk baja hijau membuat pasar bahan ini menjadi kompleks dan tidak teratur yang menurut beberapa pelaku industri seperti “wild west”.

"Kapasitas baja hijau yang direncanakan mencapai sekitar 28 juta ton per tahun pada 2050, tetapi hanya sekitar sepertiga kapasitas itu yang sedang dalam tahap konstruksi saat ini, termasuk sekitar 18 juta ton di Eropa," tulis data Global Leadership Group for Industry Transition, dikutip dari Bermuda Today, Kamis (5/3).