Menjalin Kebersamaan melalui Kunjungan ke Toko Buku saat Puasa
Sumber Foto: Kompasiana.com
Lifestyle

Menjalin Kebersamaan melalui Kunjungan ke Toko Buku saat Puasa

Latar Media - Saat anak sulung memasuki jenjang SMP, kami memiliki hobi baru. Saya dan kedua buah hati suka berkunjung ke toko buku.

Setidaknya, satu kali dalam satu bulan kami menghabiskan waktu di toko buku. Sekurangnya, satu buku kami beli untuk membuat hari-hari lebih seru.

Sebelum itu, saya yang biasanya rutin berkunjung ke toko buku. Memilih dan membeli (beberapa) buku yang sekiranya cocok dan menarik untuk dibaca oleh saya dan anak-anak.

Hanya saja, saat si anak pertama mulai beranjak remaja, ia protes. Ia meminta diajak ke toko buku dan memilih sendiri buku yang akan ia baca. Terlebih kami sepertinya mulai berbeda pendapat mengenai buku-buku yang menarik untuk dibaca. Berbeda penulis favorit juga.

Terlampir keseruan kami saat berkunjung ke Toko Buku Gramedia di BCS Mall, Batam, Kepulauan Riau:

Setelah dijalani lebih dari 18 bulan, ternyata ada banyak manfaat mengajak anak ke toko buku dan memilih sendiri buku yang akan ia baca.

Lebih Menghargai Buku

Setelah diberikan kesempatan untuk memilih sendiri buku yang akan dibeli dan dibaca, anak saya yang besar lebih menghargai buku-buku tersebut. Saat salah satu halaman buku teripat sedikit saja, langsung ia rapikan. Dia usap-usap agar kembali apik seperti sebelumnya.

Padahal sebelum itu, ia tidak peduli dengan kondisi buku. Banyak buku yang saya beli dan ia baca menjadi rusak. Sebagian buku bahkan tidak hanya terlipat-lipat dan keriting, tetapi sampai terbelah menjadi beberapa bagian. Cover buku robek, bahkan copot.

Meski saya omeli tidak mempan. Ia hanya menyesal dan meminta maaf saat saya marah. Setelah itu, akan kembali berulang.