Proses Uji Kelayakan Calon Dubes Tak Pertimbangkan Latar Belakang Politik
Latar Media - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menegaskan bahwa proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) tidak akan mempertimbangkan latar belakang politik, melainkan fokus pada kompetensi calon dalam menjalankan tugas diplomatik.
Awal Kejadian
Pernyataan tersebut disampaikan Utut sebagai tanggapan terhadap informasi bahwa salah satu dari 24 calon dubes berasal dari kalangan politisi dan pernah menjabat di tim pemenangan Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Perkembangan
Utut menyatakan bahwa relevansi latar belakang politik tidak menjadi prioritas dalam proses seleksi. Ia mengilustrasikan pengalaman pribadinya saat terjun ke dunia politik, di mana ia sebelumnya adalah seorang atlet pecatur. Ia menekankan bahwa yang dinilai adalah kemampuan dan performa calon. Utut juga menegaskan hak prerogatif Presiden Prabowo dalam mengusulkan calon dubes, yang pasti didasari oleh pertimbangan tertentu.
Kondisi Terakhir
Salah satu kandidat yang berlatar belakang politisi adalah Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo, yang diusulkan sebagai calon Dubes RI untuk Malaysia. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.




