Sutradara Zona Merah Jelaskan Inspirasi Cerita dari Kasus Nyata Bupati Langkat
Aplikasi streaming Vidio merencanakan peluncuran tujuh serial original pada tahun 2024, salah satunya adalah serial berjudul Zona Merah. Serial ini dibintangi oleh Aghniny Haque, Andri Mashadi, dan Devano Danendra.
Latar Belakang Cerita
Sidharta Tata, sutradara Zona Merah, mengungkapkan bahwa cerita serial ini terinspirasi dari kasus nyata yang melibatkan Bupati Langkat. Kasus tersebut mencuat ketika terungkap bahwa beberapa pekerja dikerangkeng, suatu situasi yang sampai saat ini belum sepenuhnya terjawab. Sidharta menyatakan, "Ide awalnya dari kasus Bupati Langkat hingga kemudian terkuak soal manusia yang dikerangkeng. Hal ini menjadi dasar pemikiran kami untuk mengembangkan cerita. Dari situasi tersebut, kami menciptakan 'connecting door' untuk mengeksplorasi cerita lebih lanjut."
Proses Pengembangan Cerita
Proses pengembangan cerita Zona Merah memakan waktu hampir satu tahun, termasuk tahap riset. Sidharta menjelaskan, "Dari awal pengembangan cerita hingga penulisan, kami membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Riset sudah termasuk dalam proses pengembangan cerita."
Pemilihan Pemain
Sidharta juga menyatakan bahwa pemilihan aktor utama, Aghniny Haque, sudah terbesit sejak awal pembuatan cerita. Ia merasa tidak ada aktris lain yang lebih cocok untuk peran tersebut. "Kalau Andi dan Aghniny, itu sudah ada dalam pikiran kami. Sejak awal, kami memang tidak memiliki alasan untuk tidak memilih mereka berdua," ujarnya. Sidharta menambahkan bahwa pemilihan ini dilakukan dengan melibatkan empat sutradara, dan kesepakatan untuk memilih Aghniny pun tercapai dengan mudah.
Sinopsis Serial
Zona Merah mengisahkan seorang buruh bernama Maya, yang diperankan oleh Aghniny Haque, yang kehilangan adiknya. Dalam pencariannya, Maya ditemani seorang jurnalis di tengah situasi kota yang dilanda wabah mayat hidup.




