Survei Mengungkap Preferensi Publik Terhadap Calon Presiden dengan Latar Belakang Militer
Sumber Foto: Warta Ekonomi
Latar Redaksi

Survei Mengungkap Preferensi Publik Terhadap Calon Presiden dengan Latar Belakang Militer

Jakarta - Sebuah survei yang dilakukan oleh Dinamika Survei Indonesia (DSI) menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tidak memilih calon presiden yang berasal dari latar belakang militer atau kepolisian. Temuan ini menarik perhatian, terutama dalam konteks pemilihan presiden mendatang.

Survei berlangsung dari tanggal 22 Desember 2021 hingga 6 Januari 2022, melibatkan 1.988 responden yang diambil secara acak dari 34 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error sebesar 2,2 persen.

Permadi, seorang analis yang terlibat dalam survei tersebut, menyatakan bahwa hasil ini tidak mengejutkan. Ia menggarisbawahi bahwa dalam pemilihan presiden sebelumnya, calon presiden yang berhasil meraih suara mayoritas bukanlah figur yang memiliki pengalaman militer atau kepolisian.

“Capres sipil justru memiliki peluang yang lebih besar untuk menang, mengingat kesuksesan Joko Widodo dalam pemilihan 2014 dan 2019, di mana ia berhasil mengalahkan Prabowo Subianto, yang memiliki latar belakang militer,” tambah Permadi.

Temuan ini mencerminkan dinamika politik dan preferensi pemilih yang terus berkembang di Indonesia, di mana pengalaman sipil tampaknya lebih diapresiasi oleh masyarakat dalam konteks pemilihan pemimpin negara.