Shuniyya Ruhama: Pendakwah dengan Kontroversi Gender dan Latar Belakang Pendidikan yang Kuat
Belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh sosok seorang pendakwah yang memiliki identitas gender berbeda dari kebanyakan, yaitu Shuniyya Ruhama. Video ceramah keagamaannya yang viral menarik perhatian banyak orang dan memicu beragam reaksi di kalangan warganet.
Shuniyya, yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah, dikenal tidak hanya sebagai seorang pendakwah, tetapi juga sebagai seorang pembatik. Ia merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan jurusan Sosiologi. Prestasinya di dunia akademik terbilang mencolok, karena ia lulus dengan predikat cumlaude dan meraih IPK 3,56. Skripsinya mengangkat tema ekspresi busana waria, menandakan ketertarikan serta kepeduliannya terhadap isu-isu gender.
Meski demikian, perhatian publik saat ini lebih tertuju pada aktivitas dakwahnya. Dalam video yang viral, Shuniyya terlihat menyampaikan tausiyah di hadapan jamaah, termasuk perempuan. Penampilannya yang menyerupai ustazah menambah daya tarik sekaligus kontroversi dalam ceramahnya.
Setelah video tersebut menyebar, kolom komentar di akun Instagram-nya, @shuniyya_ruhama, langsung dipenuhi oleh warganet meskipun akun tersebut telah tidak aktif sejak tahun 2023. Lebih dari 500 komentar muncul di postingan terakhirnya, dengan beragam tanggapan yang mencerminkan opini publik yang terbagi.
- Sebagian komentar memberikan kritik tajam, seperti, "Wooyylah, tobat kalau berilmu jadi ustad bukan ustadzah kan ente laki."
- Sementara itu, ada juga komentar yang lebih menenangkan, seperti, "Semoga kembali ke kodratnya ya kak, bukan menghakimi tapi saling mengingatkan."
Nama Shuniyya Ruhama bukanlah hal baru di kalangan publik, dan kontroversi yang melingkupinya menunjukkan betapa kompleksnya isu gender dalam masyarakat. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, Shuniyya tetap menjadi sorotan, baik untuk prestasi akademiknya maupun aktivitas dakwahnya yang memicu diskusi.




