Sejarah Gerakan Reformasi 1998: Latar Belakang dan Tujuan
Sumber Foto: Tribun-papua.com
Latar Redaksi

Sejarah Gerakan Reformasi 1998: Latar Belakang dan Tujuan

Gerakan reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah politik tanah air. Dipelopori oleh para mahasiswa, gerakan ini berhasil meruntuhkan rezim Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, yang telah berkuasa selama 32 tahun sejak tahun 1966.

Pada tanggal 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya dan posisinya diambil alih oleh Wakil Presiden BJ Habibie, menandai dimulainya era pasca-Soeharto di Indonesia.

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Reformasi

Gerakan reformasi muncul sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang semakin memburuk di Indonesia pada akhir 1990-an. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara pada tahun 1997 menyebabkan lonjakan harga barang-barang pokok dan membuatnya semakin langka. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya pengangguran, tingginya angka putus sekolah, serta meningkatnya kemiskinan dan ketimpangan sosial di masyarakat.

Selain itu, beban utang yang terus menumpuk serta fluktuasi nilai tukar dolar turut memperparah situasi ekonomi. Ketidakpuasan masyarakat semakin meningkat akibat penyelewengan dan perlakuan tidak adil yang dilakukan oleh pemerintah. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) meluas di berbagai sektor, sehingga pemerintah Orde Baru dianggap tidak menjalankan prinsip-prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan baik.

Dengan latar belakang tersebut, gerakan reformasi menjadi suara kolektif masyarakat yang menginginkan perubahan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.