Profil Terawan Agus Putranto: Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan Nasional
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) baru-baru ini dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan Nasional. Dalam pernyataannya, Terawan mengungkapkan kesiapannya untuk belajar dan memberikan saran terbaik kepada presiden dalam menjalankan tugasnya.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier Kedokteran
Terawan Agus Putranto menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), lulus sebagai dokter pada tahun 1990. Ia kemudian bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai dokter militer, di mana ia mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan dan kedokteran, termasuk spesialisasi di bidang radiologi.
Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta (1977), dilanjutkan di SMP Negeri 2 Yogyakarta (1980), dan SMA Bopkri 1 Yogyakarta (1983). Ia menyelesaikan S-1 di Fakultas Kedokteran UGM pada tahun 1990, S-2 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 2004, dan S-3 di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2013. Terawan juga mengikuti pendidikan di Sepamilwa ABRI pada tahun 1990.
Terawan meraih gelar dokter spesialis radiologi dari Universitas Airlangga pada tahun 2004 dan dikenal sebagai dokter yang terampil di bidang ini. Sebagai dokter militer, ia terlibat dalam berbagai misi kesehatan, baik di dalam maupun luar negeri.
Karier sebagai Menteri Kesehatan (2019–2020)
Terawan diangkat sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019. Selama menjabat, ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk penanganan pandemi Covid-19 yang mulai merebak pada awal tahun 2020. Terawan berupaya keras dalam menangani situasi tersebut.
Inovasi Vaksin Nusantara
Setelah masa jabatannya sebagai Menteri Kesehatan, Terawan kembali menjadi perhatian publik karena keterlibatannya dalam pengembangan Vaksin Nusantara, sebuah vaksin Covid-19 berbasis sel dendritik. Meskipun vaksin ini dianggap inovatif, pengembangannya juga menuai kontroversi. Komunitas ilmiah menunjukkan skeptisisme terhadap metodologi dan efikasi vaksin tersebut. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia sempat menolak uji klinis vaksin ini pada tahap awal, memicu perdebatan antara pengembang dan otoritas kesehatan.
Prestasi dan Penghargaan
Sepanjang kariernya, Terawan telah menerima berbagai penghargaan, baik domestik maupun internasional, atas dedikasinya dalam dunia medis, terutama di bidang radiologi intervensi. Ia diakui sebagai salah satu sosok penting dalam bidang kesehatan di Indonesia, dengan gaya kepemimpinan yang tegas serta inovasi yang ditawarkannya.
Terawan Agus Putranto adalah figur unik dalam dunia kesehatan Indonesia. Dengan latar belakang sebagai dokter militer, ia terus berkontribusi dan mencatatkan prestasi yang signifikan.




