Profil Satrio Eriko Mangoto: Caleg Muda Perindo dari Sitaro
Sumber Foto: | Barta1.com
Latar Redaksi

Profil Satrio Eriko Mangoto: Caleg Muda Perindo dari Sitaro

Sitaro, 14 Agustus 2023 – Dalam upaya membawa perubahan positif dan menentang praktik politik uang, Satrio Eriko Mangoto, yang akrab disapa Tio, berniat maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk Pemilu 2024. Ia mencalonkan diri dari daerah pemilihan (dapil) 3 melalui Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Latar Belakang Keluarga

Satrio lahir di Gorontalo pada 5 Oktober 1999. Ia berasal dari keluarga yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Ayahnya, Zacharias Mangoto, A.Ptnh, memulai karirnya sejak 1989 dan kini menjabat sebagai Kepala Kantor BPN Kabupaten Minahasa Tenggara. Ibu Satrio, Latri Sukriningsih, A.Ptnh, M.Eng, saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan di Kanwil BPN Sulawesi Utara.

Pendidikan dan Perjalanan Politik

Satrio menempuh pendidikan di SD Negeri 06 Manado (2005-2011), SMP Negeri 01 Manado (2011-2014), dan SMA Negeri 09 Manado (2014-2017). Setelah menyelesaikan SMA, ia melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Jogjakarta dan lulus pada tahun 2018.

Awalnya, Satrio tidak memiliki ketertarikan yang besar terhadap dunia politik. Meskipun banyak partai yang mencoba mengajaknya untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, baru pada tahun 2023 ia memutuskan untuk bergabung dengan Partai Perindo, berkat pengaruh Ketua DPD Kabupaten Sitaro, Jotje Luntungan.

Visi dan Misi Caleg

Dengan tekad yang kuat untuk berkontribusi bagi masyarakat, Satrio ingin menjadi wakil rakyat yang tidak hanya sekadar kader partai, tetapi juga mampu memberikan dampak positif. Ia berkomitmen untuk mengembangkan potensi dan sumber daya alam di Sitaro, serta menekankan pentingnya kejujuran dalam proses pencalonan.

“Strategi saya adalah jujur dan tidak berjanji. Jika berjanji, kita akan memiliki utang. Lebih baik saya berbicara pahit di depan tetapi manis di belakang,” ungkapnya.

Pandangan Terhadap Politik Uang

Satrio mengutuk praktik politik uang yang ia anggap merusak tatanan politik. Ia percaya bahwa transaksional dalam pemilihan suara dapat membahayakan sistem politik dan mengabaikan potensi calon legislatif yang sebenarnya. “Praktik politik uang tidak memanusiakan manusia, karena yang dipilih mungkin hanya mereka yang memiliki kekuatan logistik,” tegasnya.

Kesiapan Logistik dan Kegiatan Sosial

Dalam mempersiapkan pencalonannya, Satrio menyadari pentingnya kesiapan logistik. Ia menekankan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat melalui kunjungan dan silaturahmi merupakan hal yang lebih penting daripada sekadar memamerkan alat peraga kampanye.

Dengan komitmen yang kuat untuk berjuang demi kepentingan masyarakat, Satrio Eriko Mangoto berharap dapat meraih dukungan dari pemilih, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z, pada Pemilu 2024 mendatang.