Profil Perusahaan Trimegah Bangun Persada: Latar Belakang dan Komitmen Berkelanjutan
Sumber Foto: Media Nikel Indonesia
Latar Redaksi

Profil Perusahaan Trimegah Bangun Persada: Latar Belakang dan Komitmen Berkelanjutan

Trimegah Bangun Persada (TBP) Tbk merupakan bagian dari Harita Group yang beroperasi di sektor pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia. Perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 2010, mengelola dan memurnikan bijih nikel serta mineral pengikutnya berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Seluruh kegiatan operasional TBP terletak di Kawasi, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

TBP saat ini mengelola dua smelter feronikel untuk nikel saprolit dan satu fasilitas refinery untuk nikel limonit. Smelter Feronikel I dan II menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace dan telah beroperasi sejak 2016 dan 2022. Sementara itu, refinery limonit adalah fasilitas pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi HPAL dan telah beroperasi sejak tahun 2021.

Misi Hilirisasi dan Dukungan Infrastruktur

Perusahaan berkomitmen untuk mendukung kebijakan hilirisasi nikel yang dicanangkan oleh pemerintah dengan memperluas kapasitas produksi serta menambah fasilitas untuk produksi stainless steel. Pada tahun 2020, kawasan industri TBP di Pulau Obi ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional, menjadikannya pionir dalam hilirisasi nikel di wilayah Timur Indonesia.

Nilai Inti Perusahaan

TBP mengedepankan tiga nilai utama dalam operasionalnya:

  • Humility: Memupuk sikap rendah hati dan menghargai pandangan orang lain demi terciptanya budaya kerja yang harmonis.
  • Teamwork: Mengutamakan kesuksesan tim dengan berbagi mentalitas peduli dan tulus.
  • Accountability: Bertanggung jawab penuh dalam menghadapi hambatan serta kebijakan perusahaan.

Komitmen Keberlanjutan dan ESG

TBP menunjukkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diintegrasikan dalam strategi bisnis dan tata kelola perusahaan. Rencana jangka panjang perusahaan mencakup peningkatan penyimpanan karbon, pemeliharaan kualitas udara dan air, serta perlindungan ekosistem laut. Selain itu, TBP melakukan pemantauan lingkungan secara berkala dan memanfaatkan teknologi seperti ROV untuk mengawasi kondisi bawah laut serta memasang terumbu karang buatan.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)

Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), TBP aktif mendukung masyarakat setempat dengan lima pilar utama:

  • Pendidikan: Penyediaan insentif bagi guru, fasilitas sekolah, serta program “TBP Mengajar”.
  • Kesehatan: Penyediaan layanan kesehatan gratis, ambulans laut, dan vaksinasi Covid-19.
  • Pengembangan Ekonomi: Mendukung UMKM dan kelompok tani lokal serta memfasilitasi pemberdayaan perempuan.
  • Infrastruktur: Penyediaan listrik, air bersih, hunian, serta fasilitas publik lainnya.
  • Sosial Budaya: Pelestarian budaya lokal dan dukungan terhadap peringatan hari besar keagamaan.

Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah

TBP berkomitmen untuk mengelola limbah industri sesuai dengan standar 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Limbah B3 dan non-B3, termasuk slag nikel, diolah menjadi material konstruksi seperti paving block dan beton pracetak. Perusahaan lebih memilih metode dry stack untuk pengelolaan tailing dibandingkan metode DSTP.

Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

TBP menerapkan standar ISO 45001:2018 dan SMK3 dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan. Tujuan perusahaan adalah mencapai target zero fatality melalui pelatihan rutin dan inspeksi ketat.