Pentingnya Menulis Opini di Media Massa: Pelatihan di Universitas Airlangga
UNAIR NEWS – Selain artikel ilmiah, tulisan opini juga menjadi salah satu kontribusi penting dari akademisi dalam mencerdaskan masyarakat. Melalui opini, para akademisi memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasan mereka dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh publik, menggunakan bahasa yang lebih populer.
Untuk mendorong publikasi opini di kalangan civitas Universitas Airlangga (UNAIR), Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) UNAIR mengadakan pelatihan menulis opini pada Rabu, 25 Mei 2022. Pelatihan ini dipandu oleh Tatang Mahardika, Wakil Pimpinan Redaksi Jawa Pos, yang menjelaskan bahwa opini adalah sarana untuk memengaruhi persepsi publik terhadap berbagai isu.
Dasar Penulisan Opini
Tatang menyatakan bahwa opini harus didasarkan pada argumen yang memiliki rujukan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun ditulis dalam bahasa yang lebih populer, penting bagi penulis untuk menyertakan argumentasi yang kuat dan logis.
Tawaran Solusi dan Relevansi
Dalam menulis opini, penulis juga disarankan untuk menyertakan tawaran solusi berdasarkan pandangan mereka. Latar belakang keilmuan penulis sangat memengaruhi kredibilitas tulisan dan perhatian pembaca. Semakin relevan opini dengan disiplin ilmu penulis, semakin besar kemungkinan tulisan tersebut dihargai oleh pembaca.
Konten yang Berkualitas
Konten opini harus memiliki argumentasi yang tak terbantahkan. Tatang menekankan bahwa argumen yang kuat dapat meningkatkan respek pembaca terhadap tulisan. Pemilihan topik yang segar dan belum banyak dibahas juga menjadi penting. Ia menyarankan agar penulis segera mencatat ide-ide yang muncul untuk menghindari kehilangan inspirasi.
Model Penulisan yang Efektif
Berbeda dengan naskah berita, opini memiliki struktur penulisan yang terdiri dari pendahuluan, referensi, isi gagasan, dan penutup. Penulis harus menggunakan bahasa yang komunikatif, ringkas, dan mudah dipahami. Hal ini penting karena pembaca cenderung lebih menyukai tulisan yang tidak terlalu panjang dan mudah dicerna.
Pentingnya Menghindari Plagiasi
Tatang juga mengingatkan bahwa penulis opini harus menghindari plagiasi. Jika mengutip sumber, penulis diwajibkan mencantumkan rujukan dengan jelas. Selain itu, menulis untuk beberapa media secara bersamaan dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang harus ditanggung oleh penulis.
Dalam pelatihan ini, PKIP UNAIR juga akan menyiapkan mentor untuk mendampingi dosen dalam menulis opini. Ketua PKIP UNAIR, dr. Martha Kurnia Kusumawardani, berharap pelatihan ini dapat melahirkan lebih banyak penulis opini dari berbagai fakultas, mengingat saat ini penulis opini masih didominasi oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sedangkan fakultas lainnya masih minim kontribusinya.




