Penjelasan Bank Riau Kepri Terkait Rekrutmen Tenaga Funding Officer dengan Latar Belakang Tionghoa
Sumber Foto: Kilasriau.com
Latar Redaksi

Penjelasan Bank Riau Kepri Terkait Rekrutmen Tenaga Funding Officer dengan Latar Belakang Tionghoa

Meranti, KILASRIAU.com - Beredarnya surat pemberitahuan tentang rekrutmen tenaga Funding Officer (FO) dengan kriteria khusus, yaitu latar belakang keturunan Tionghoa, oleh Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Selatpanjang, memicu perbincangan di kalangan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Terkait isu tersebut, pihak bank memberikan klarifikasi.

Kepala Bank Riau Kepri Cabang Selatpanjang, Indra Gunawan, mengonfirmasi bahwa surat yang beredar tersebut adalah benar dan menyatakan bahwa pengumuman itu telah ditarik kembali dari peredaran. Dalam penjelasannya, Indra menjelaskan bahwa penerimaan tenaga FO ini merupakan instruksi dari manajemen yang telah ada sejak sekitar lima bulan yang lalu.

"Perihal pengumuman itu beritanya memang benar, kita ada penerimaan Funding Officer dan ini sebenarnya perintah juga dari manajemen kita," ungkap Indra dalam wawancara pada Rabu (17/10/2018) siang.

Indra menyatakan bahwa saat ini, penghimpun dana dari pihak ketiga belum berjalan dengan optimal. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu untuk merekrut tenaga honor kontrak khusus yang memiliki kemampuan berbahasa Mandarin, untuk memudahkan layanan kepada masyarakat Tionghoa.

"Kita punya 3 tenaga Funding Officer yang sudah berjalan dan itu orang sini, namun belum bisa masuk ke golongan mereka (Tionghoa) sehingga ini merupakan kebutuhan," kata Indra.

Lebih lanjut, Indra mengakui bahwa munculnya persoalan ini disebabkan oleh kesalahan dalam penyampaian informasi yang mengacu langsung pada latar belakang keturunan. Ia menegaskan bahwa sebenarnya yang dibutuhkan adalah tenaga yang menguasai bahasa Mandarin untuk melayani masyarakat Tionghoa dengan lebih baik.

Indra juga menekankan pentingnya perhatian lebih terhadap komunikasi di masa mendatang dan menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kesalahpahaman akibat informasi yang beredar. "Kedepan akan lebih diperhatikan lagi lah dan kalau pun salah kami mohon maaf, tapi tidak ada maksud kami untuk membuat perbedaan," tutupnya.