Latar Belakang Keluarga Dato Sri Tahir: Dari Sewa Becak Menuju Kedermawanan Global
Sumber Foto: olenka.id
Latar Redaksi

Latar Belakang Keluarga Dato Sri Tahir: Dari Sewa Becak Menuju Kedermawanan Global

Dato Sri Tahir, seorang pengusaha terkemuka dan salah satu orang terkaya di Indonesia, memiliki tujuan hidup yang mulia: ingin memberikan manfaat bagi banyak orang. Sifat dermawan yang dimilikinya tercermin dalam berbagai aksi filantropis yang telah dilakukannya, termasuk kemitraan dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk menyumbangkan US$75 juta kepada The Global Fund dalam upaya melawan penyakit TBC, HIV, dan Malaria di Indonesia.

Dalam sebuah wawancara dengan Pemimpin Redaksi Olenka.id, Cahyo Prayogo, Dato Sri Tahir mengungkapkan kisah masa kecilnya yang berkontribusi pada pandangannya saat ini. Ia menjelaskan bahwa latar belakang keluarganya yang kurang mampu sangat mempengaruhi cita-citanya untuk membantu orang lain.

“Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu, di mana orang tua saya hanya bisa menyewakan becak. Secara tidak langsung, tukang becak dengan setoran hariannya yang menghidupi saya,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bagaimana pengalaman masa kecilnya membentuk karakter dan tujuan hidupnya.

Tahir menekankan pentingnya menghargai setiap pencapaian yang telah diraihnya. “Saya tidak mengambil semuanya begitu saja. Semua yang saya miliki saat ini adalah hasil dari kerja keras,” tambahnya.

Sejak kecil, Dato Sri Tahir sudah memiliki keinginan kuat untuk mengentaskan kemiskinan. Ia mengingat saat melihat gambar-gambar anak-anak yang menderita kelaparan di televisi. “Di bawah umur 10 tahun, saya bertekad, jika suatu saat saya mampu, saya akan berusaha menghapuskan kemiskinan ini,” katanya.

Selain itu, Dato Sri Tahir juga aktif dalam berbagai aksi sosial lainnya. Salah satunya adalah sumbangan sebesar Rp 10 miliar kepada UNICEF Indonesia untuk membantu perempuan dan anak-anak di Afghanistan yang sedang menghadapi situasi darurat.

Kisah Dato Sri Tahir mencerminkan bagaimana latar belakang dan pengalaman hidup dapat membentuk seseorang untuk berkontribusi lebih bagi masyarakat. Dengan komitmennya terhadap kedermawanan, Tahir terus berupaya untuk memberikan dampak positif bagi banyak orang di seluruh dunia.