Keluarga Siswa SD di NTT Diduga Tak Mampu Belikan Buku dan Pena, Akhir Hidup Tragis Terjadi
Latar Media - Seorang siswa SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mengakhiri hidupnya akibat ketidakmampuan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dasar, seperti buku dan pena. Ibu korban, MGT (47), menceritakan momen terakhir sebelum anaknya meninggal dunia, di mana ia menasihati putranya untuk tetap bersekolah meskipun kondisi ekonomi keluarga sangat terbatas.
Awal Kejadian
MGT menjelaskan bahwa untuk mendapatkan uang sebesar Rp10 ribu saja merupakan tantangan berat bagi keluarganya. Hal ini mengakibatkan ia tidak dapat memenuhi permintaan anaknya untuk membeli alat tulis yang diperlukan untuk sekolah.
Perkembangan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menekankan bahwa tragedi yang menimpa YBS menjadi peringatan serius bagi negara. Ia menyatakan bahwa kehilangan nyawa seorang anak SD bukan disebabkan oleh perang atau bencana alam, melainkan karena ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dasar.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Habib Syarief, juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap peristiwa tersebut. Ia mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyelidiki latar belakang kejadian ini, yang menunjukkan bahwa masih ada anak-anak yang tidak dapat memenuhi kebutuhan belajar yang paling mendasar.
Kondisi Terakhir
Habib menegaskan bahwa negara harus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar pendidikan terpenuhi tanpa terkecuali. Peristiwa ini menjadi alarm bahwa ada tantangan serius dalam memenuhi hak atas pendidikan di Indonesia.




