Gerakan Non-Blok: Sejarah, Tujuan, dan Prinsip Dasar
Sumber Foto: Kompas.com
Latar Redaksi

Gerakan Non-Blok: Sejarah, Tujuan, dan Prinsip Dasar

Pengenalan Gerakan Non-Blok

Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan organisasi internasional yang terdiri dari 120 negara yang memilih untuk tidak beraliansi dengan kekuatan besar manapun. Gerakan ini lahir pada tahun 1961 di Beograd, Serbia, berangkat dari semangat untuk menghindari terpolarisasi dunia yang terjadi selama Perang Dingin.

Latar Belakang Pembentukan GNB

GNB berakar dari Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang diadakan di Bandung pada tahun 1955. Konferensi ini dihadiri oleh pemimpin dari 29 negara berkembang di Asia dan Afrika, yang mendiskusikan berbagai masalah yang dihadapi oleh negara-negara bekas koloni Barat. Namun, untuk mencakup lebih banyak negara sedang berkembang, termasuk Yugoslavia, yang tidak berada di kawasan tersebut, diadakan juga Deklarasi Brijuni pada tahun 1956.

Setelah Perang Dunia II, ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, yang dikenal sebagai Perang Dingin, memengaruhi banyak negara berkembang. Kondisi ini mendorong para pemimpin seperti Jawaharlal Nehru dari India dan lainnya untuk mencetuskan GNB sebagai wadah untuk mengekspresikan ketidakberpihakan mereka dalam konfrontasi ideologi antara Blok Barat dan Timur.

Pelopor GNB

Beberapa tokoh kunci yang berperan dalam pendirian GNB antara lain:

  • Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India
  • Kwame Nkrumah, Presiden Ghana
  • Soekarno, Presiden Indonesia
  • Gamal Abdel Nasser, Presiden Mesir
  • Josip Broz Tito, Presiden Yugoslavia

Kata 'non-blok' diungkapkan pertama kali oleh Nehru dalam pidatonya tahun 1954 di Colombo, Sri Lanka, yang menyebutkan lima pilar utama gerakan ini.

Tujuan GNB

Tujuan utama GNB adalah untuk memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri, kemerdekaan nasional, serta kedaulatan negara-negara anggotanya. Selain itu, GNB mengadvokasi penentangan terhadap apartheid, kolonialisme, dan imperialisme, serta mendukung pelucutan senjata. Dalam aspek ekonomi, GNB berkomitmen untuk mendorong pembangunan ekonomi-sosial dan kerjasama berdasarkan persamaan hak.

Prinsip Dasar GNB

Gerakan ini didirikan dengan mengacu pada prinsip-prinsip yang disepakati dalam KTT Asia-Afrika, dikenal sebagai Dasasila Bandung, yang terdiri dari sepuluh poin. Beberapa prinsip tersebut meliputi:

  • Menghormati hak asasi manusia sesuai dengan Piagam PBB
  • Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa
  • Pengakuan terhadap persamaan semua suku dan bangsa
  • Menolak intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain
  • Menyelesaikan perselisihan internasional secara damai

Peran Indonesia dalam GNB

Sebagai salah satu pendiri GNB, Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan gerakan ini, terutama dalam mempromosikan prinsip-prinsip non-blok dan solidaritas antar negara berkembang.