Faktor Penyebab Pernikahan Dini di Banyuwangi
Sumber Foto: TIMES Jatim
Latar Redaksi

Faktor Penyebab Pernikahan Dini di Banyuwangi

Pernikahan Dini di Banyuwangi: Latar Belakang dan Faktor Penyebab

Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi sorotan publik terkait fenomena pernikahan dini yang terjadi di wilayah tersebut. Meskipun banyak yang memperhatikan isu ini, tidak semua pihak memahami faktor-faktor yang melatarbelakanginya.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Banyuwangi, Luqman Al Hakim, mengemukakan bahwa aspek budaya masih menjadi faktor dominan dalam tingginya angka pernikahan dini di daerah tersebut. Menurutnya, tradisi nikah siri yang masih berlaku di masyarakat berkontribusi pada fenomena ini. "Sering kali, setelah pasangan menikah secara resmi, mereka baru mengurus formalitas di KUA setelah berusia 19 atau 21 tahun," jelas Luqman.

Di samping itu, terdapat stigma sosial yang kuat yang menganggap perempuan di atas usia 20 tahun yang belum menikah sebagai 'perawan tua'. Luqman menambahkan, "Di masyarakat, lebih baik dianggap janda daripada perawan tua, dan pandangan ini masih cukup umum."

Faktor lain yang turut berperan dalam keputusan remaja untuk menikah dini adalah rendahnya minat untuk melanjutkan pendidikan. Banyak remaja yang tidak memiliki keinginan untuk belajar lebih lanjut, yang berimbas pada keputusan untuk membangun rumah tangga lebih awal. Luqman menyatakan, "Minat belajar yang rendah dan kurangnya wawasan di kalangan remaja menjadi alasan mereka memilih untuk menikah, sehingga perlu ada inovasi dalam pendidikan untuk meningkatkan minat belajar."

Angka pernikahan dini di Banyuwangi menunjukkan tren yang cukup signifikan. Selama periode Januari hingga Juni 2021, tercatat sebanyak 99 kasus pernikahan di bawah usia 20 tahun, yang setara dengan 10,3 persen dari total pernikahan.

Melihat situasi ini, Luqman mengharapkan agar semua stakeholder dapat berkontribusi dalam upaya meminimalisir pernikahan dini, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Banyuwangi.