Reaksi Keras Terhadap Komentar Nupur Sharma: Apa Peran Indonesia Dalam Menangani Islamofobia?
India saat ini menghadapi kecaman dari sejumlah negara Islam terkait komentar kontroversial yang dilontarkan oleh Nupur Sharma, juru bicara partai berkuasa Bharatiya Janata Party (BJP), tentang Nabi Muhammad. Pengamat hubungan internasional, Agung Nurwijoyo dari Universitas Indonesia, menilai pernyataan tersebut menyoroti masalah Islamofobia yang semakin menguat dan dapat berdampak negatif pada hubungan antarnegara.
Potensi Peran Indonesia
Agung menyatakan bahwa Indonesia, sebagai salah satu mitra dagang India, memiliki kesempatan untuk mengambil peran kepemimpinan dalam mengatasi masalah ini. Ia mengusulkan bahwa Indonesia dapat memperkuat hubungan di tingkat masyarakat melalui kerja sama sosial budaya.
"Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan India dan dapat saling belajar dalam menjaga keragaman, meskipun masing-masing negara memiliki tantangannya sendiri," jelasnya.
Kemlu Indonesia Mengambil Tindakan
Kementerian Luar Negeri Indonesia telah memanggil Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti, untuk menyampaikan kecaman terhadap komentar tersebut. Dalam pertemuan tersebut, pihak Duta Besar menyatakan bahwa pernyataan Nupur Sharma tidak mencerminkan sikap resmi pemerintah India.
Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, menegaskan bahwa pemerintah India sejalan dengan Indonesia dalam menolak sikap Islamofobia dan berkomitmen untuk menjaga hubungan bilateral yang baik.
Respons Masyarakat dan Demonstrasi
Meskipun pemerintah Indonesia telah mengambil langkah diplomatik, kemarahan di kalangan masyarakat masih terasa. Tagar #BoikotIndia masih muncul di media sosial, meskipun intensitasnya telah menurun. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, juga menyatakan keberatan terhadap pernyataan tersebut dan meminta agar kegiatan Duta Besar India di daerahnya dihentikan.
Sebanyak tiga organisasi masyarakat Islam berencana melakukan demonstrasi di depan Kedutaan Besar India di Jakarta, menuntut permintaan maaf publik dari pemerintah India. Koordinator aksi, Ali Hasan, menekankan pentingnya tindakan tegas dari India untuk menjaga hubungan baik meskipun ada perbedaan pandangan.
Dampak Terhadap Hubungan Diplomatik
Pemerintah Qatar juga menyerukan agar India memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas komentar yang dianggap Islamofobik. Analis memperingatkan bahwa jika pemerintah India tidak merespons isu ini dengan serius, hubungan mereka dengan negara-negara Muslim bisa terancam, mengingat India memiliki hubungan perdagangan yang kuat dengan negara-negara di kawasan Teluk.
Perdagangan India dengan negara-negara ini mencapai $87 miliar pada tahun 2020-2021, dan banyak warga India bekerja di negara-negara tersebut, yang merupakan sumber utama energi bagi India.
Dengan posisi strategis Indonesia sebagai mitra dagang terbesar India di ASEAN, penting bagi kedua negara untuk terus menjaga hubungan baik dan berupaya menciptakan dialog yang konstruktif demi mengatasi tantangan yang ada.




