Presiden Prabowo Respon Kritik dengan Ungkapan Kontroversial di HUT Gerindra
Presiden Prabowo Subianto mencuri perhatian dalam pidato politiknya di acara perayaan Hari Ulang Tahun ke-17 Partai Gerindra. Dalam kesempatan tersebut, ia melontarkan ungkapan yang menuai kontroversi, yaitu "ndasmu" kepada para pengritiknya. Mimiknya yang mengejek dan disambut tawa oleh para pejabat di sekitarnya dianggap oleh pengamat politik sebagai tindakan yang berlebihan dan tidak pantas untuk seorang kepala negara.
Ungkapan tersebut muncul saat Prabowo, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, membahas beberapa isu utama, termasuk pembentukan kabinet, program makan bergizi gratis, dan hubungannya dengan mantan presiden Joko Widodo.
Teuku Harza Mauludi, peneliti dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, menilai bahwa sikap Prabowo yang resisten terhadap kritik mungkin disebabkan oleh ketidakbiasaan menerima masukan, dukungan partai yang besar, dan klaim tentang tingkat kepuasan publik yang tinggi.
Pakar komunikasi politik LSPR, Lely Arrianie, mengingatkan bahwa jika kritik terus-menerus dibalas dengan ungkapan yang tidak pantas, elektabilitas Prabowo bisa terdegradasi. Ia menekankan pentingnya bagi seorang pemimpin untuk merespons kritik dengan bijak dan tidak emosional.
Pidato Prabowo di HUT Gerindra
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya menerima kritik sebagai bagian dari proses demokrasi. "Kita [partai koalisi pemerintah] harus mau diawasi. Kita harus mau dikoreksi. Kita harus mau dikritik. Tetapi, kritiknya yang benar, jangan kritik berdasarkan dendam," ujarnya. Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan Jokowi dalam mencapai kemenangan di Pilpres 2024.
Tiga Isu yang Menyulut Kontroversi
Prabowo kemudian mengulas tiga isu yang membuatnya merasa kesal hingga melontarkan kata "ndasmu":
- Program Makan Bergizi Gratis: Ia membela program makan bergizi gratis yang diluncurkan sebagai bagian dari kampanye, mengklaim bahwa program ini dapat meningkatkan IQ dan minat belajar anak-anak. Namun, program ini juga menuai kritik karena dianggap tidak tepat sasaran.
- Kabinet Gemuk: Prabowo menanggapi kritik terkait kabinet yang dianggap terlalu besar dengan membandingkannya dengan kabinet negara lain. Ia menyatakan bahwa kabinet Indonesia wajar besar mengingat luasnya negara.
- Tuduhan Cawe-Cawe Jokowi: Mengenai tuduhan bahwa Jokowi terlalu campur tangan dalam pemerintahannya, Prabowo membela kedekatannya dengan mantan presiden tersebut, menegaskan bahwa pertemuan mereka adalah bagian dari proses pemerintahan yang normal.
Reaksi Warganet
Pidato Prabowo juga memicu reaksi luas di media sosial. Beberapa warganet mengkritik ungkapan "ndasmu" yang dianggap tidak pantas untuk seorang presiden. Aktor Fedi Nuril mencuitkan bahwa pidato tersebut mencerminkan sikap kekanak-kanakan bagi pemimpin berusia 73 tahun. Sementara itu, komika Sammy Notaslimboy menilai ungkapan tersebut tidak lucu, mengingat posisi Prabowo yang memiliki akses terhadap kekuatan militer.
Analisis dan Pendapat Para Ahli
Teuku Harza Mauludi menekankan bahwa Prabowo harus lebih bijak dalam menanggapi kritik dan tidak menganggap pengritik sebagai musuh. Hal ini penting untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat. Lely Arrianie menambahkan bahwa Prabowo harus menyadari bahwa kritik adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin dan seharusnya tidak meresponsnya dengan emosi.
Dengan meningkatnya perhatian publik terhadap ungkapan dan sikap Prabowo, tantangan bagi kepala negara ini adalah bagaimana membangun citra positif dan menjaga elektabilitasnya menjelang pemilu mendatang.




