Pentingnya Bahasa Santun dalam Komunikasi Digital
Sumber Foto: RRI.co.id
Teknologi

Pentingnya Bahasa Santun dalam Komunikasi Digital

KBRN, Banjarmasin: Bahasa yang digunakan di media sosial mencerminkan karakter, pola pikir, dan sikap penggunanya. Oleh karena itu, setiap pengguna perlu memahami pentingnya berbahasa santun dan bijak di ruang digital.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Pengembangan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Anasabiqatul Husna, dalam acara Inspirasi Kita di RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu (15/10/2025). Menurutnya, Balai Bahasa Kalsel aktif membimbing masyarakat agar komunikasi digital lebih sehat dan beretika.

Husna menuturkan bahwa fenomena ujaran kebencian dan penyebaran hoaks dapat dikenali melalui aspek kebahasaan. Kata-kata yang digunakan cenderung provokatif, emosional, dan bersifat menghasut.

“Kalimat yang menyerang, melebih-lebihkan, dan tidak berbasis fakta menunjukkan rendahnya kesadaran berbahasa. Bahasa seharusnya menjadi alat untuk membangun, bukan menyerang,” ujar Husna.

Husna menekankan pentingnya berbahasa santun dan efektif agar komunikasi digital tidak menimbulkan salah paham atau konflik. Pemilihan kata yang tepat menjadi kunci agar pesan tersampaikan jelas sekaligus menghargai lawan bicara.

Ia menyarankan masyarakat untuk berpikir matang sebelum menulis serta memilih kata yang sopan dan jelas. Kesantunan berbahasa bukan berarti kaku, melainkan cara menghargai lawan bicara dan menjaga martabat diri melalui pilihan kata.

Husna menambahkan, Balai Bahasa Kalsel terus menjalankan program literasi bahasa agar masyarakat lebih memahami cara berbahasa cerdas dan sopan di dunia digital. Program seperti LAILA (Literasi Anak Indonesia Lewat Aplikasi) dan Gerakan Literasi Nasional membantu komunitas literasi bekerja lebih efektif.

Program ini juga mengenalkan buku-buku digital kepada siswa SD dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi mereka. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan minat membaca sejak dini serta membekali anak dengan keterampilan literasi digital.

“Bahasa adalah wajah kita di dunia maya. Jika tutur kata kita baik, karakter kita pun tercermin dengan baik. Mari gunakan bahasa untuk menyebarkan kebaikan, bukan kebencian,” ujar Husna menegaskan.