Pencabutan ID Card Jurnalis CNN Menuai Kontroversi
Keputusan Biro Pers Istana untuk mencabut ID Card liputan jurnalis CNN, Diana Valencia, telah memicu perhatian dan kritik dari berbagai kalangan. Pencabutan ID Card ini terjadi setelah Diana mengajukan pertanyaan mengenai kasus keracunan MBG kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, setibanya di Indonesia dari lawatan ke Eropa dan sidang PBB di New York pada Sabtu, 27 September 2025.
Diana Valencia menyampaikan melalui pesan WhatsApp yang diunggahnya bahwa alasannya dicabutnya ID Card adalah karena pertanyaannya dianggap tidak sesuai dengan konteks acara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan jurnalis dan masyarakat mengenai pembatasan kebebasan pers.
Reaksi dari publik pun bermunculan. Beberapa warganet menilai tindakan pencabutan ID Card wartawan hanya berdasarkan pertanyaan yang diajukan merupakan bentuk upaya untuk membungkam kebebasan pers. “Pertanyaan wartawan bukan untuk menyenangkan, tapi untuk menguji transparansi,” tulis salah satu pengguna di platform media sosial.
Organisasi jurnalis juga ikut bersuara. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengingatkan bahwa salah satu tugas pers adalah mengajukan pertanyaan, termasuk yang dianggap sensitif. Dalam pernyataan resmi yang dibagikan di media sosial, AJI menegaskan, “Mencabut akses wartawan hanya karena pertanyaannya tidak disukai adalah kemunduran demokrasi.”
Kasus pencabutan ID Card ini menambah daftar panjang polemik antara Istana dan insan pers di Indonesia. Publik kini menantikan penjelasan resmi dari Biro Pers Istana terkait tindakan yang diambil terhadap wartawan CNN tersebut.




