Pemerintah Kudus dan Djarum Foundation Kolaborasi Edukasi Sampah di Festival Dandangan 2026
Sumber Foto: Tempo.co
Hiburan

Pemerintah Kudus dan Djarum Foundation Kolaborasi Edukasi Sampah di Festival Dandangan 2026

INFO TEMPO - Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menggelar Festival Dandangan Kudus 2026 sebagai budaya yang telah mengakar sejak era Sunan Kudus dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang melibatkan pelaku UMKM dan menarik puluhan ribu pengunjung.

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengatakan Festival Dandangan harus melibatkan dinas terkait, pihak swasta, serta komunitas lokal guna memastikan penyelenggaraan berlangsung tertib, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu kolaborasi yang terjalin adalah bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).

Kolaborasi lintas sektor yang dibangun Pemerintah Kudus ini bertujuan menjawab tantangan potensi peningkatan volume sampah dari aktivitas konsumsi selama acara berlangsung. Apalagi, antusiasme masyarakat terhadap Festival Dandangan terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, jumlah kunjungan tercatat mencapai sekitar 38.000 orang per hari, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 16.000 pengunjung per hari.

"Untuk memeriahkan dan menyukseskan acara ini, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah, membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi semua. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Djarum Foundation atas dukungannya dalam menyediakan sarana pengelolaan sampah demi menjaga kebersihan kawasan Dandangan,” kata Bellinda.

Apabila tidak dikelola secara optimal, lonjakan timbulan sampah berisiko menimbulkan dampak lingkungan dan menurunkan kenyamanan pengunjung. Kondisi ini juga berpotensi menambah kontribusi timbulan sampah nasional dari Kabupaten Kudus, yang pada 2024 tercatat mencapai sekitar 0,45 persen. Situasi tersebut menegaskan pentingnya penerapan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan, khususnya pada kegiatan berskala besar seperti Festival Dandangan.

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menyediakan 60 unit tempat sampah yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan residu. Tempat sampah ini ditempatkan di titik-titik strategis di area penyelenggaraan Dandangan.

Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara mengatakan melalui Festival Dandangan 2026, Bakti Lingkungan Djarum Foundation ingin melestarikan tradisi dan kepedulian terhadap lingkungan agar dapat berjalan beriringan. Langkah ini menurut dia akan menghadirkan semangat sederhana dan bermakna.

“Ketika lingkungan terjaga kebersihannya, UMKM bisa beraktivitas dengan lebih nyaman, dan pengunjung pun betah menikmati suasana,” ujar Mutiara.

Bakti Lingkungan Djarum Foundation berdiri sejak 2022 menginisiasi gerakan Kudus ASIK (Kudus Apik Resik) yang sampai saat ini telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 490 mitra. Mitra-mitra tersebut terdiri dari rumah makan, tempat pelayanan umum, perusahaan, hotel, pasar, dan masyarakat yang telah berkomitmen untuk memilah sampah organik di Kabupaten Kudus. Selanjutnya, sampah organik tersebut diangkut dan diolah menjadi pupuk organik di fasilitas Pusat Pengolahan Organik (PPO) berkapasitas 50 ton per hari.

Sejalan dengan hal tersebut, BLDF juga memanfaatkan kanal berbasis media sosial untuk melebarkan pesan edukasi pemilahan sampah yang menyasar masyarakat Kabupaten Kudus lewat akun Instagram dan Facebook @kudus.asik. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah menuju zero waste, zero emission (ZWZE) 2040 yang menjadi target lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Selain menyediakan tempat sampah, Djarum Foundation juga melibatkan 20 mahasiswa dari UIN dan UMK yang tergabung dalam gerakan Kudus ASIK untuk mengedukasi para pengunjung agar memilah sampahnya dan menjaga kebersihan area acara,” tutur Mutiara.

Mutiara berujar, kelompok mahasiswa ini berperan sebagai duta kebersihan yang bertugas membangun kesadaran pengunjung, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai pemilahan dan pembuangan sampah sesuai dengan kategorinya.