Meriah dan Khidmat: Festival Musim Semi di Gunung Ba Den
Lonceng kuil berbunyi teratur, bercampur dengan tawa dan obrolan para pengunjung yang berdatangan dari segala arah. Kelompok-kelompok orang tiba sangat pagi, berharap dapat mempersembahkan dupa di awal hari yang baru. Beberapa datang bersama keluarga, beberapa bersama teman, dan yang lainnya diam-diam mendaki gunung sendirian untuk berdoa memohon kedamaian. Suasana khidmat namun intim menciptakan ciri khas unik dari festival musim semi. Gunung Ba Den (provinsi Tay Ninh) telah menjadi tujuan yang familiar setiap liburan Tet dan musim semi.
Ribuan orang berbondong-bondong datang ke festival tersebut sejak pagi hari.
Dari kaki gunung, area stasiun kereta gantung sudah dipenuhi orang bahkan sebelum fajar. Kabin terus mengangkut wisatawan ke puncak, memulai ziarah mereka di awal tahun. Di antara kerumunan itu ada orang tua yang bersandar pada tongkat, keluarga dengan anak-anak kecil, dan kelompok anak muda yang ingin mengabadikan momen tahun baru. Semua orang membawa keyakinan sederhana untuk tahun baru. Suasana kegembiraan menyelimuti seluruh area stasiun.
Bapak Nguyen Van Hoa, seorang wisatawan dari Dong Nai, mengatakan bahwa keluarganya mengunjungi Gunung Ba Den setiap tahun di awal musim semi. “Datang ke sini untuk mempersembahkan dupa di awal tahun membuat saya merasa lebih ringan dan lebih tenang. Ini adalah perjalanan spiritual sekaligus kesempatan untuk berkumpul kembali dengan keluarga,” ujar Bapak Hoa. Bagi banyak orang, perjalanan ke Gunung Ba Den telah menjadi tradisi Tahun Baru. Hal ini menciptakan aliran budaya yang unik dalam festival tersebut.
Di puncak gunung, area kuil dengan cepat menjadi ramai. Orang-orang dengan hormat mempersembahkan dupa, menyatukan tangan dalam doa di depan patung Buddha dan altar. Asap dupa melayang lembut tertiup angin, menciptakan suasana spiritual khusus di ketinggian. Harapan untuk perdamaian, kesehatan, dan keberuntungan bercampur dengan dentingan lonceng. Suasana meriah itu terasa hidup sekaligus khidmat.
Sekelompok anak muda dari Kota Ho Chi Minh mengatakan mereka memilih Gunung Ba Den sebagai tujuan wisata musim semi mereka. “Perasaan berdiri di puncak gunung dan melihat ke bawah sangat istimewa, sakral sekaligus menenangkan. Memulai tahun baru dengan perjalanan seperti ini membuat kami merasa lebih bersemangat,” ujar salah seorang pengunjung. Arus peziarah terus meningkat seiring matahari semakin tinggi. Gunung Ba Den menjadi titik kumpul untuk menyambut musim semi.
Ritme kehidupan di siang hari di puncak gunung
Saat matahari siang terbit, kehidupan di puncak gunung berubah ritmenya. Setelah mempersembahkan dupa dan menikmati pemandangan, banyak pengunjung mencari tempat istirahat untuk makan. Warung makan kecil menyajikan hidangan sederhana namun menghangatkan di tengah udara pegunungan. Percakapan yang meriah menciptakan suasana hangat dan akrab. Festival menjadi lebih semarak dalam ritme kehidupan sehari-hari.
Ibu Tran Thi Lan, seorang pedagang kecil yang menjual minuman ringan di puncak gunung, mengatakan bahwa musim festival adalah waktu tersibuk dalam setahun. “Setiap hari banyak pengunjung yang mendaki gunung, jadi bisnis jauh lebih baik. Berkat musim festival, banyak orang memiliki penghasilan tambahan,” kata Ibu Lan. Kegiatan jasa kecil ini berkontribusi pada gambaran ekonomi musim semi. Oleh karena itu, festival ini bukan hanya tentang makna spiritual.
Di alun-alun kota, para pengunjung berhenti untuk beristirahat dan mengambil foto kenang-kenangan. Sekelompok anak muda memanfaatkan kesempatan untuk mengabadikan momen awal musim semi di puncak gunung. Ruang terbuka membuat semua orang ingin berlama-lama. Tawa dan percakapan bercampur dengan suara angin, menciptakan suasana yang semarak. Gunung Ba Den telah menjadi destinasi yang sakral sekaligus mudah diakses.
Bapak Pham Minh Tuan, seorang wisatawan dari Kota Ho Chi Minh, mengatakan ini adalah kunjungan pertamanya ke Gunung Ba Den selama festival tersebut. “Saya terkejut dengan banyaknya pengunjung, namun semuanya tertib. Pemandangan di puncak sangat indah dan luas,” kata Bapak Tuan. Kepuasan para wisatawan turut menambah daya tarik festival ini. Oleh karena itu, sehari di Gunung Ba Den selalu penuh dengan keseruan.
Ruang wisata dan budaya di puncak gunung
Di sore hari, sinar matahari meredup, dan ruang di puncak gunung menjadi lebih terbuka dan lapang. Para wisatawan dengan santai menjelajahi bangunan-bangunan spiritual dan pemandangan alam. Patung Buddha yang megah dengan latar langit biru menjadi tempat populer bagi banyak orang. Suasana budaya dan spiritual berpadu sempurna dengan pemandangan alam. Ini adalah momen yang dikenang banyak pengunjung.
Ibu Le Thi Hong, seorang wisatawan dari Dong Nai, mengatakan bahwa setiap kunjungan ke Gunung Ba Den menghadirkan emosi yang berbeda. “Ini bukan hanya tentang beribadah; saya juga merasakan kedamaian saat berdiri di puncak gunung. Ini adalah tempat yang ingin saya kunjungi kembali setiap tahun,” ujar Ibu Hong. Pengalaman pribadi ini menambah daya tarik destinasi ini. Gunung Ba Den telah menjadi simbol wisata spiritual di Tay Ninh.
Aktivitas wisata yang terorganisir dengan baik menciptakan peluang bagi pengunjung untuk mendapatkan pengalaman yang lengkap. Kombinasi kepercayaan tradisional dan infrastruktur wisata modern membantu Gunung Ba Den menarik semakin banyak wisatawan. Festival musim semi telah menjadi waktu puncak bagi pariwisata lokal. Ini juga merupakan kesempatan untuk mempromosikan citra Tay Ninh. Pariwisata spiritual secara bertahap menjadi kekuatan.
Pengunjung datang ke sini bukan hanya untuk berdoa tetapi juga untuk menikmati suasana budaya yang unik. Perpaduan tradisi dan modernitas menciptakan daya tarik tersendiri. Setiap musim semi, Gunung Ba Den menyambut puluhan ribu pengunjung. Festival ini berkontribusi dalam melestarikan nilai-nilai spiritual dan budaya Vietnam Selatan, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Matahari terbenam mengakhiri rangkaian perayaan seharian.
Saat matahari perlahan terbenam di cakrawala, senja memancarkan rona keemasan yang hangat di puncak gunung. Orang-orang mulai turun gunung setelah seharian berpesta. Suasana menjadi lebih tenang daripada di pagi hari. Angin malam membawa rasa damai. Hari perayaan lainnya akan segera berakhir.
Kabin kereta gantung membawa para turis kembali ke kaki gunung. Setiap orang membawa serta kenangan perjalanan mereka di awal tahun. Beberapa membawa ranting kecil tanaman pembawa keberuntungan, yang lain membawa foto kenang-kenangan. Yang tersisa hanyalah perasaan lega dan harapan. Musim semi baru sepertinya baru saja dimulai.
Seorang pengunjung lanjut usia berkata sebelum menuruni gunung, "Datang ke sini setahun sekali untuk berdoa memohon kedamaian bagi keluarga saya sudah cukup untuk memberi saya ketenangan pikiran." Kata-kata sederhana itu merangkum makna ziarah tersebut. Gunung Ba Den bukan hanya tujuan wisata, tetapi juga tempat untuk menaruh kepercayaan. Karena itu, festival ini selalu memiliki vitalitas yang abadi.
Sehari di Gunung Ba Den selama musim festival diakhiri dengan perpaduan harmonis antara alam, manusia, dan keyakinan. Dari pagi hingga matahari terbenam, arus peziarah menciptakan pemandangan musim semi yang semarak. Gunung Ba Den tetap terselip dengan tenang di tengah lanskap Tây Ninh, namun musim semi di sini selalu ramai. Dan setiap tahun, ziarah terus berlanjut.
Menurut Ibu Tran Thi Thu Hang, Wakil Kepala Dewan Pengelola Kawasan Wisata Nasional Gunung Ba Den, mulai tanggal 17 Februari hingga 18 Maret 2026 (bertepatan dengan tanggal 1 hingga 30 bulan pertama kalender lunar), Kawasan Wisata Nasional Gunung Ba Den akan menjadi ruang festival yang semarak, pusat kegiatan budaya, seni, keagamaan, dan pengalaman wisata unik dalam kerangka Festival Musim Semi Gunung Ba Den di tahun Kuda 2026. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya tradisional, sekaligus menegaskan citra "Tay Ninh – Destinasi yang aman, ramah, beradab, dan modern." Menurut statistik dari Badan Pengelola Kawasan Wisata Nasional Gunung Ba Den, dari tanggal 13 Februari hingga 20 Februari (bertepatan dengan tanggal 26 bulan ke-12 kalender lunar hingga tanggal 4 bulan ke-1 kalender lunar), sekitar 510.858 orang mengunjungi Kawasan Wisata Nasional Gunung Ba Den, meningkat lebih dari 3,68% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015.




