Meningkatnya Jumlah Pengungsi Rohingya di Aceh dan Dinamika Penolakan Masyarakat
Sumber Foto: BBC
Konteks Liputan

Meningkatnya Jumlah Pengungsi Rohingya di Aceh dan Dinamika Penolakan Masyarakat

Pencarian informasi mengenai Rohingya mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh penolakan sebagian masyarakat Aceh terhadap kehadiran kelompok etnis ini di wilayah mereka. Hingga 29 Desember 2023, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mencatat bahwa Aceh telah menerima 1.608 pengungsi Rohingya, yang tiba dalam enam gelombang sejak pertengahan November.

Apa itu Rohingya?

Rohingya adalah kelompok etnis minoritas Muslim yang telah berdiam di Myanmar selama berabad-abad. Meskipun ada perdebatan mengenai status kewarganegaraan mereka, banyak yang menganggap Rohingya sebagai bagian dari masyarakat Myanmar. Sejak tahun 1982, pemerintah Myanmar tidak mengakui mereka sebagai bagian dari ras nasional, menjadikan Rohingya sebagai populasi tanpa kewarganegaraan (stateless) terbesar di dunia.

Asal Usul dan Krisis Kemanusiaan

Mayoritas Rohingya tinggal di negara bagian Rakhine, yang merupakan salah satu daerah termiskin di Myanmar. Sejak lama, mereka menghadapi kekerasan dan diskriminasi, yang semakin memuncak pada 2017 ketika lebih dari 742.000 orang melarikan diri ke Bangladesh akibat kekerasan besar-besaran. Ini menjadi eksodus terbesar dalam sejarah Rohingya, dengan banyak desa terbakar dan pelanggaran hak asasi manusia dilaporkan.

Perlindungan di Negara Lain

Saat ini, terdapat lebih dari 1,2 juta pengungsi Rohingya di berbagai negara, dengan Bangladesh menjadi negara yang paling banyak menampung mereka, diikuti oleh Malaysia dan Thailand. Meskipun jumlah pengungsi yang tiba di Indonesia relatif kecil, angka tersebut meningkat lebih dari 100% dalam satu pekan terakhir. Banyak pengungsi yang mencoba mencapai Malaysia, namun situasi keamanan semakin memburuk di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh, sehingga Indonesia menjadi alternatif pencarian perlindungan.

Penolakan Masyarakat Aceh

Sementara gelombang pengungsi Rohingya terus berdatangan, beberapa warga Aceh menunjukkan penolakan atas kehadiran mereka. Beberapa perwakilan masyarakat menyatakan bahwa kedatangan pengungsi melanggar norma-norma yang sudah disepakati dan tidak ada komunikasi sebelumnya dengan pihak setempat. Di sisi lain, terdapat juga suara yang menyuarakan rasa kemanusiaan dan menerima pengungsi sebagai sesama umat Islam.

Isu yang Perlu Diperhatikan

Perwakilan UNHCR di Indonesia menyatakan bahwa pengungsi Rohingya adalah “orang Palestina di Asia” yang tidak mendapatkan perhatian yang layak terkait krisis yang mereka hadapi. Pengungsi ini dianggap bukan penjahat, melainkan orang-orang yang terpaksa melarikan diri dari situasi yang mengancam kehidupan mereka. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia menekankan bahwa penolakan ini akan terus terjadi selama akar masalah di Myanmar tidak diselesaikan.