Generasi Muda Didorong Jadi Penggerak Diplomasi Digital Indonesia
20:38
Generasi muda memiliki peran strategis sebagai kekuatan baru diplomasi Indonesia di era digital. Diplomat Ahli Madya Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Margaretta Puspita, menegaskan bahwa publik, khususnya kalangan muda, bukan lagi sekadar objek komunikasi pemerintah, melainkan bagian langsung dari strategi diplomasi itu sendiri.
Menurut Margaretta, partisipasi generasi muda menjadi semakin krusial di tengah dinamika global yang dipengaruhi oleh teknologi informasi. Dengan kreativitas dan literasi digital yang kuat, anak muda Indonesia dapat mengisi ruang digital internasional dengan narasi positif tentang Indonesia yang sejalan dengan kepentingan nasional.
“Teman-teman dari kalangan muda bukan hanya bagian dari strategi diplomasi digital Indonesia, tetapi kalian adalah strateginya itu sendiri,” tegas Margaretta di hadapan puluhan mahasiswa Hubungan Internasional UMY.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar “Peran Engagement Publik dalam Diplomasi Digital Indonesia” yang digelar oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Diplomasi Publik Kemlu RI, pada Selasa (28/10) di Ruang Amphitheater Gedung Pascasarjana UMY.
Margaretta menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peran ganda, yakni sebagai produsen sekaligus konsumen informasi. Dengan potensi demografi yang mencapai sekitar 20 persen dari total populasi Indonesia, kalangan muda dapat menjadi digital ambassadors yang memperkuat pengaruh Indonesia di dunia maya.
Ia menggambarkan media sosial dan ruang digital sebagai “pedang bermata dua”, yakni bisa menjadi ancaman jika digunakan tanpa arah, namun juga menjadi kekuatan lunak (soft power) bangsa jika dimanfaatkan secara bijak untuk memperkuat citra dan diplomasi Indonesia.
Lebih lanjut, Margaretta memaparkan bahwa Kementerian Luar Negeri kini tengah melakukan adaptasi kelembagaan dan modernisasi strategi komunikasi digital untuk menghadapi tantangan era disrupsi informasi. Kemlu telah membentuk unit khusus yang berfokus pada strategi komunikasi dan pemantauan media digital, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat diplomasi publik berbasis data dan informasi. Upaya ini diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara lembaga negara dan publik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai bagian dari strategi komunikasi publik, Kemlu juga mengembangkan kampanye digital melalui tagar #IniDiplomasi, yang bertujuan memperkenalkan kerja diplomasi kepada masyarakat secara inklusif dan mudah dipahami. Ke depan, inisiatif ini akan dilanjutkan dengan tagar #GlobalIndonesia, untuk membawa pesan diplomasi Indonesia ke audiens global dengan melibatkan partisipasi masyarakat, terutama kalangan muda dan komunitas digital.
“Melalui #IniDiplomasi, kami berharap generasi muda semakin memahami agenda diplomasi Indonesia, dan karena memahami, akhirnya ingin lebih terlibat. Penggunaan #GlobalIndonesia di media sosial juga merupakan bentuk partisipasi publik dalam strategi diplomasi digital Indonesia,” pungkasnya. (ID)




