Foodphoria Vol.8 Hadir di Malang, Sajikan Kuliner Lokal dan Internasional
Sumber Foto: TIMES Indonesia
Hiburan

Foodphoria Vol.8 Hadir di Malang, Sajikan Kuliner Lokal dan Internasional

MALANG – Festival kuliner tahunan yang rutin menyambangi kota-kota besar di Indonesia akhirnya menyapa warga Malang. Setelah digelar di Surabaya, Semarang, Jogja, Solo, kini Foodphoria hadir memanjakan lidah warga Malang selama sepuluh hari penuh, mulai dari 13 hingga 22 Februari 2026.

Bertempat di halaman parkir timur Malang City Point (MCP), festival kali ini mengusung nuansa khas Bali sebagai daya tarik utama.

“Kami ingin memenuhi keinginan para pengunjung untuk dapat langsung merasakan kuliner khas dari tiap daerah tanpa harus jauh-jauh ke luar kota,” tutur Rizki, selaku tim sosial media dan relasi dari promotor saat ditemui, Rabu (18/2/2026).

Tak hanya kuliner Dewata, festival ini juga mendatagkan kuliner viral dari Blok M, Jakarta Selatan hingga negara tetangga, Malaysia. Seluruh tenant yang berpartisipasi telah melewati proses kurasi tersendiri dari CEO Foodphoria, Robert. Kurasi ini tidak hanya melihat popularitas, tetapi juga kecocokan rasa dengan karakteristik masyarakat di setiap kota pemberhentian.

Ruang Toleransi dalam Kuliner

Foodphoria turut memfasilitasi kuliner halal dan non-halal secara berdampingan namun tetap teratur. Pihak penyelenggara menyediakan pembagian area khusus yang tegas untuk menjaga kenyamanan seluruh pengunjung. Rizki menyebutkan bahwa respon pengunjung sejauh ini sangat positif dan suportif terhadap konsep tersebut sebagai bentuk toleransi.

Magnet Utama: Gigi Susu dari Canggu ke Malang

Yang menjadi daya tarik utama di festival ini adalah hadirnya Gigi Susu brand kuliner asal Canggu, Bali, yang selalu viral karena estetikanya. Telah bergabung sejak Volume 1, Gigi Susu terbukti sukses menarik antrean panjang pengunjung di Malang.

“Kemarin itu sampai bikin barisan baru karena antreannya yang luar biasa.” tambah Rizki.

Menariknya, Gigi Susu berkomitmen menghadirkan menu yang ‘freshly baked’. Demi menjaa cita rasa asli Bali, seluruh alat dan bahan disediakan langsung di lokasi. Rizki juga menekankan meskipun berasal dari Bali, aspek kehalalan tetap menjadi prioritas.

“Kami ingin semua orang bisa ikut merasaan Gigi Susu. Kami membawa semua bahan dan alat baru, bukan dari Bali, sehingga terjamin kebersihan, kualitas rasa, dan kehalalannya. Timnya pun dibawa lagsung dari Bali dengan komitmen bahan no alcohol, no pork, no lard,” jelasnya.

Prinsip ‘Anti Sold Out’

Foodphoria memegang teguh prinsip ‘anti sold out’. Penyelenggara berupaya memastikan stok kuliner selalu tersedia agar pengunjung yang datang di jam berapapun tidak kecewa.

“Harapannya, warga Malang bisa merasakan tenant-tenant viral ini nggak hanya karena karena mereka legendaris, tapi juga bisa merasakan kenikmatan rasa asli dari setiap daerah. Karena pilihan kita sangat beragam, mulai dari Bali, Banyuwangi, Jakarta, hingga Surabaya,” kata Rizki. (*)