BPHN Tingkatkan Kompetensi Digital ASN Lewat Pelatihan Konten
Sumber Foto: Badan Pembinaan Hukum Nasional
Teknologi

BPHN Tingkatkan Kompetensi Digital ASN Lewat Pelatihan Konten

Latar Media - Engagement Jadi Kunci, BPHN Bekali Pegawai Strategi Konten Digital

Oleh Humas dan Kerja Sama

BPHN.GO.ID – Jakarta. Aparatur Sipil Negara (ASN) selama ini terbiasa menulis dengan struktur normatif dan birokratis. Format tersebut efektif untuk komunikasi formal, namun kerap terasa kaku ketika digunakan dalam komunikasi publik. Di tengah arus media sosial yang serba cepat, pesan dituntut ringkas, jelas, relevan, dan tetap informatif.

Merespons tantangan tersebut, Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) menyelenggarakan pelatihan bertajuk Improving Your Story Engagement, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pegawai dalam menyusun pesan yang efektif serta mampu menarik perhatian audiens sejak awal.

Media and Communication Specialist, Yunita Mandolang, hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa perkembangan media sosial memicu banjir informasi (information overload), sehingga audiens cenderung selektif terhadap konten yang dikonsumsi.

“Karena itu, engagement menjadi sangat penting. Bukan hanya jumlah pengikut (followers atau subscriber) yang dilihat, namun bagaimana pesan itu relevan dengan audiens,” jelas Yunita dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Moedjono BPHN, Cililitan, Jakarta Timur.

Ia juga menegaskan bahwa algoritma media sosial bukan penentu utama jangkauan konten. Sebaliknya, algoritma bekerja mengikuti pola ketertarikan audiens. “Algoritma hanya berfungsi sebagai penguat (amplifier). Semakin relevan konten dengan audiens, semakin besar peluang untuk disukai dan dibagikan,” tambahnya.

Pelatihan tidak berhenti pada pemaparan teori. Peserta diajak mempraktikkan penyusunan skrip serta merancang hook yang mampu menarik perhatian dalam dua detik pertama. Beberapa pendekatan yang diperkenalkan antara lain hook pertanyaan, hook berbasis data atau angka, hook negatif, serta formula skrip untuk berbagai konteks komunikasi.

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia dan Organisasi BPHN, Bintang Oktafiyanti Subekti, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan memperkuat kompetensi pegawai dalam mengelola komunikasi digital secara lebih adaptif.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan yang selesai satu hari saja. Kami berharap pelatihan ini menjadi proses berkelanjutan yang langsung diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari, dan membuktikan bahwa benar-benar memberikan manfaat nyata,” ujar Bintang.

Senada dengan Bintang, Pranata Humas Ahli Muda BPHN, Rachmat Abdillah, menilai pelatihan tersebut memperkaya perspektif peserta dalam menyusun konten yang lebih membumi dan mudah dipahami.

“Melalui pelatihan hari ini, kami mendapatkan berbagai pengetahuan yang menarik tentang bagaimana menciptakan skrip dan konten yang mengena di hati audiens. Dengan demikian, audiens menjadi tertarik dan tidak langsung menggulirkan layar ke konten lain. Ini juga tentu mendukung pembentukan citra positif institusi pemerintah,” imbuh Rachmat.