AMGPM Cabang Getsemani Tingkatkan Literasi Digital Melalui KIM
Latar Media - Keterangan Gambar : Sumber : Humas
Tiakur, Infopublik - Sosialisasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dan pengelolaan media sosial menjadi salah satu materi utama dalam Kegiatan Pendidikan Kader Jenjang Dasar (PKJD) yang diselenggarakan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), Daerah Lemola Cabang Getsemani, bertempat di Balai Desa Kaiwatu, Senin (16/02/2026).
Baca Lainnya :
Suasana Haru, Pemkab MBD Lepas ASN dengan Upacara Kedinasan 0
Indonesia ASRI Digelar di MBD, Kolaborasi Warga Jaga Kota Tetap Sehat dan Indah 0
Sebanyak 1.974 Peserta PBI-JK MBD Dinonaktifkan, Pendamping PKH Lakukan Ground Checking 0
Aspirasi Penegerian Sekolah Swasta di MBD Dikaji Sesuai Regulasi 0
Tol Laut Bantu Stabilitas Harga Sembako di MBD 0
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Maluku Barat Daya, yang membawakan materi tentang peran strategis KIM serta tata kelola media sosial yang efektif, edukatif, dan bertanggung jawab di era digital.
Dalam pemaparannya, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP), Marthen Watrimny selaku narasumber menjelaskan bahwa KIM merupakan mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi publik yang benar, menangkal hoaks serta mendorong partisipasi warga dalam pembangunan.
Watrimny berharap KIM dapat menjadi simpul komunikasi di tingkat desa yang mampu mengolah, memverifikasi, dan mendistribusikan informasi secara cepat dan tepat kepada masyarakat.
Peserta PKJD juga dibekali materi teknis pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, teknik penulisan pesan publik, etika bermedia digital, pemanfaatan fitur platform, hingga cara membaca jangkauan dan keterlibatan audiens.
Media sosial ditekankan sebagai sarana edukasi, pelayanan informasi, dan penguatan citra lembaga serta komunitas.
Ketua AMGPM Cabang Getsemani, Gop Y. Pitanlakor, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan materi KIM dan pengelolaan media sosial dalam proses pendidikan kader.
Menurutnya, kemampuan literasi informasi dan komunikasi digital sangat penting bagi kader muda gereja di tengah arus informasi yang semakin cepat.
Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan membentuk Komunitas Informasi Masyarakat yang akan dikelola langsung oleh para kader.
Komunitas tersebut diharapkan menjadi wadah berbagi informasi positif, kegiatan pelayanan, serta program pembangunan di lingkungan jemaat dan masyarakat desa.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk mengembangkan kanal informasi komunitas yang aktif, sehat, dan terpercaya.
Melalui kegiatan ini, kader diharapkan mampu berperan sebagai agen informasi yang cakap, bijak, dan bertanggung jawab di ruang digital maupun di tengah masyarakat.
Social media Share this article
TAGS: maluku-barat-daya




