Uni Eropa Tekankan Tanggung Jawab Rusia untuk Perdamaian di Ukraina
JAKARTA – Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan bahwa kini tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak Rusia untuk membuktikan ketertarikan mereka pada perdamaian.
Pernyataan tegas ini disampaikan setelah Kyiv dan para sekutunya mencapai kesepakatan final mengenai rencana perdamaian serta jaminan keamanan yang akan segera berlaku efektif begitu gencatan senjata tercapai.
Dikutip dari reuters.com (12/1/2026), Von der Leyen menjelaskan kepada para wartawan bahwa kerangka perdamaian tersebut mengacu pada proposal 20 poin yang telah dibahas secara mendalam oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir tahun lalu.
Bersamaan dengan rencana tersebut, Amerika Serikat dan Eropa telah menyiapkan paket jaminan keamanan yang substansial, kuat, dan terdefinisi dengan jelas untuk melindungi Kyiv. "Sekarang, Rusia harus menunjukkan bahwa mereka tertarik pada perdamaian," ujar Von der Leyen.
Mekanisme jaminan keamanan ini akan bertumpu pada dua lapisan pertahanan utama. Lapisan pertama adalah angkatan bersenjata Ukraina yang dinilai sudah sangat terlatih dan kenyang pengalaman tempur, di mana tugas Eropa adalah memastikan tentara Ukraina tetap mendapat pasokan peralatan yang memadai.
Lapisan pertahanan kedua adalah apa yang disebut sebagai "Koalisi Sukarela" (Coalition of the Willing) yang beranggotakan 35 negara, mencakup sebagian besar anggota Uni Eropa, Kanada, Inggris, Australia, Selandia Baru, hingga Turki. Von der Leyen secara khusus menyoroti vitalnya peran AS dalam koalisi ini, terutama dalam aspek verifikasi, pemantauan, serta sebagai penopang cadangan (backstop).
Di luar aspek militer, Uni Eropa juga sedang mematangkan strategi untuk menjamin kelangsungan ekonomi Ukraina pasca-konflik. Inisiatif yang disebut sebagai "kertas kemakmuran" (prosperity paper) ini akan merinci langkah-langkah konkret, baik untuk jangka pendek maupun untuk satu dekade ke depan, guna mendongkrak perekonomian Ukraina dan mendukung pemulihan total negara tersebut dari dampak perang. (SF)




