Uni Eropa Pertemukan Diplomasi dengan Board of Peace Trump di Tengah Kontroversi
UNI Eropa akan tetap berinteraksi dengan inisiatif Board of Peace untuk Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski menuai perbedaan sikap di internal blok tersebut. Menurut laporan Associated Press yang dikutip Middle East Monitor, para diplomat Uni Eropa dijadwalkan bertemu dengan direktur lembaga itu.
Diplomat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditunjuk Trump untuk mengelola dewan tersebut, Nikolay Mladenov, akan bertemu Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas serta para menteri luar negeri negara anggota.
Inisiatif Board of Peace merupakan bagian dari rencana gencatan senjata 20 poin yang mulai berlaku pada 10 Oktober dan kemudian diratifikasi di Davos, Swiss, pada 22 Januari. Pertemuan resmi pertama dewan tersebut digelar di Washington pada Kamis lalu.
Meski demikian, Uni Eropa menegaskan tidak mendukung inisiatif tersebut dan tidak akan bergabung sebagai anggota. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menolak undangan untuk hadir. Sebagai gantinya, Komisi Eropa mengirim Komisioner untuk Mediterania, Dubravka Šuica, hanya sebagai pengamat.
Juru bicara Presiden Komisi Eropa, Paula Pinho, mengatakan, “Merupakan kewenangan Komisi untuk menerima undangan.” Sebanyak 12 negara anggota Uni Eropa, termasuk Jerman, Italia, Belanda, dan Yunani, juga mengirim pengamat ke pertemuan perdana tersebut.
Keberatan dari Negara Anggota
Langkah Komisi Eropa itu memicu kritik, terutama dari Prancis. Pada 19 Februari, Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan terkejut karena Uni Eropa dinilai tidak memiliki mandat untuk mewakili negara anggota dalam forum tersebut.
Juru bicara kementerian, Pascal Confavreux, mengatakan dewan itu “perlu kembali memusatkan perhatian pada Gaza sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB,” dan menegaskan bahwa selama ambiguitas tersebut belum diselesaikan, Prancis tidak akan berpartisipasi.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengkritik keputusan tersebut. “Komisi Eropa seharusnya tidak pernah menghadiri pertemuan Board of Peace di Washington,” tulisnya di platform X. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga menolak undangan untuk bergabung karena menilai inisiatif itu menyimpang dari hukum internasional dan tidak melibatkan Otoritas Palestina.
Kritik dari Parlemen Eropa
Menurut laporan Politico, keputusan Komisi Eropa mengirim komisioner ke Washington juga dikecam oleh kelompok sosialis demokrat, liberal, dan hijau di Parlemen Eropa. Dalam surat kepada Ursula von der Leyen, mereka menyebut langkah tersebut sebagai “kesalahan penilaian yang serius.”
Mereka menulis, “Partisipasi seorang komisioner dalam inisiatif diplomatik yang diperdebatkan secara politik tanpa mandat yang jelas mengganggu keseimbangan kelembagaan dan berisiko melanggar prinsip kerja sama yang tulus antara lembaga Uni Eropa dan negara anggota. Penghormatan terhadap perjanjian sangat penting.”
Kelompok tersebut juga meminta Komisi Eropa untuk secara jelas melepaskan diri dari Board of Peace Donald J. Trump, tidak mengirim pengamat ke pertemuannya, dan menghentikan segala bentuk partisipasi.




