Uni Eropa dan CPTPP Rintis Aliansi Ekonomi Besar di Tengah Ketegangan Perdagangan
Sumber Foto: Monitorday
Internasional

Uni Eropa dan CPTPP Rintis Aliansi Ekonomi Besar di Tengah Ketegangan Perdagangan

Monitorday.com – Uni Eropa dan negara-negara anggota Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) tengah menjajaki pembentukan aliansi ekonomi besar yang berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Laporan Politico pada Senin (16/2), mengutip sejumlah sumber diplomatik, menyebutkan bahwa kedua blok telah memulai pembicaraan awal untuk mempererat integrasi ekonomi antara Eropa dan kawasan Indo-Pasifik.

Langkah ini berlangsung di tengah ancaman tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kanada dilaporkan memimpin inisiatif tersebut setelah Perdana Menteri Mark Carney bulan lalu menyerukan negara-negara ekonomi menengah untuk menolak tekanan perang dagang.

Uni Eropa dan CPTPP berencana memulai negosiasi tahun ini untuk merancang kesepakatan yang akan menghubungkan rantai pasok negara-negara utama anggota—termasuk Kanada, Singapura, Meksiko, Jepang, Vietnam, Malaysia, dan Australia—dengan Eropa secara lebih erat.

Inisiatif yang diperkirakan melibatkan sekitar 40 negara tersebut bertujuan menyepakati aturan “rules of origin” atau aturan asal barang. Ketentuan ini menentukan kewarganegaraan ekonomi suatu produk dan menjadi kunci dalam penerapan tarif preferensial.

Kesepakatan itu juga diharapkan memungkinkan produsen di kedua blok bertukar barang dan komponen secara lebih bebas melalui skema tarif rendah, sehingga memperkuat ketahanan rantai pasok global.

“Pekerjaan ini jelas sedang berjalan,” ujar seorang pejabat pemerintah Kanada kepada Politico.

CPTPP dibentuk pada 2018 dan saat ini beranggotakan 12 negara, yakni Kanada, Meksiko, Peru, Chile, Jepang, Vietnam, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.

Indonesia sebelumnya menyatakan minat untuk bergabung pada September 2024, dengan proses aksesi yang diharapkan dapat dimulai tahun ini.

Jika terealisasi, aliansi ekonomi lintas kawasan ini berpotensi menciptakan blok perdagangan baru dengan pengaruh signifikan terhadap arsitektur perdagangan global di tengah meningkatnya ketegangan ekonomi dunia.