UE Tegaskan Situasi Timur Tengah Sangat Mengkhawatirkan dan Serukan Diplomasi
Sumber Foto: DW.com
Internasional

UE Tegaskan Situasi Timur Tengah Sangat Mengkhawatirkan dan Serukan Diplomasi

Latar Media - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menggambarkan situasi di Timur Tengah tersebut sebagai "sangat mengkhawatirkan." "Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri sepenuhnya, melindungi warga sipil, dan menghormati hukum internasional," tulisnya di X. Uni Eropa tetap berkomitmen pada stabilitas dan diplomasi.

Senada dengan Presiden Dewan Eropa António Costa, von der Leyen memastikan bahwa Komisi Eropa, dalam "koordinasi erat" dengan negara-negara anggota, akan mengambil "semua langkah yang diperlukan" untuk mendukung warga negara Eropa di wilayah tersebut.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa Kaja Kallas menggambarkan situasi di Timur Tengah sebagai "berbahaya." Warga negara Uni Eropa di wilayah tersebut harus dibantu untuk meninggalkan kawasan tersebut. Semua staf Uni Eropa yang tidak dibutuhkan secara mendesak akan ditarik dari wilayah tersebut. Ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dan menteri-menteri lain di kawasan itu, tulis Kallas di X.

Uni Eropa juga bekerja sama erat dengan mitra-mitra Arab untuk menjajaki jalur diplomatik. Operasi militer pertahanan maritim Uni Eropa EUNAVFOR ASPIDES di Laut Merah tetap siaga tinggi dan siap untuk memastikan kelancaran navigasi jalur laut.

"Rezim Iran telah membunuh ribuan orang"

Dalam cuitannya, Kallas juga mengatakan bahwa rezim di Iran telah membunuh ribuan orang. Program rudal balistik dan senjata nuklirnya, serta dukungannya terhadap organisasi teroris, menimbulkan ancaman serius bagi keamanan global.

Menyusul serangan Israel dan AS terhadap target di Iran, pemerintah Jerman juga mengoordinasikan responsnya secara internal dan internasional. Hal ini diumumkan oleh juru bicara pemerintah Stefan Kornelius di Berlin. Kanselir Friedrich Merz juga telah berkonsultasi dengan para menteri yang bertanggung jawab atas masalah keamanan dan akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut hari ini. Pemerintah Jerman telah diberitahu tentang serangan Israel pagi ini.

Pernyataan Merz, Macron, dan Starmer

Dalam pernyataan bersama, Jerman, Prancis, dan Inggris mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan tersebut "dengan sekeras-kerasnya." "Iran harus menghentikan serangan militer tanpa pandang bulu," demikian bunyi pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Pada saat yang sama, para politisi menyerukan semua pihak yang terlibat untuk kembali ke meja perundingan. Kepemimpinan di Teheran harus "menemukan solusi melalui perundingan," tuntut mereka.

Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh: Yuniman Farid

Editor: Vidi Legowo Zipperer