Suzuki Tetap Fokus pada Kualitas dan Loyalitas Konsumen, Tolak Perang Harga
Sumber Foto: AsatuNews.co.id
Ekonomi

Suzuki Tetap Fokus pada Kualitas dan Loyalitas Konsumen, Tolak Perang Harga

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam tren peluncuran varian mobil termurah di pasar Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk konsistensi terhadap strategi perusahaan yang lebih mengutamakan nilai jangka panjang dan kualitas produk bagi konsumen setianya.

Deputy Managing Director Sales & Marketing 4W PT SIS, Donny Saputra, menyatakan bahwa pihaknya tidak tertarik mengikuti strategi kompetitor seperti Toyota yang baru-baru ini menghadirkan varian entry-level untuk model Yaris Cross dan Alphard di IIMS 2024. Menurut Donny, catatan sejarah Suzuki di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang berbeda.

"Sampai dengan saat ini sih belum (minat membuat mobil varian termurah), tidak lah," ujar Donny Saputra saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa alih-alih menurunkan spesifikasi demi harga murah, Suzuki justru lebih sering memperkenalkan varian tertinggi atau premium, seperti peluncuran Suzuki Ertiga Cruise Hybrid.

Also Read

Perbandingan Suzuki e-Vitara dan Toyota Urban Cruiser di IIMS 2024

Strategi pengembangan varian di Suzuki sejauh ini lebih didorong oleh kebutuhan fungsional konsumen, terutama pada segmen fleet. Donny mencontohkan model APV yang disesuaikan konfigurasinya berdasarkan kegunaan, baik sebagai minibus tiga baris maupun ambulans yang hanya memerlukan baris depan.

Meskipun mengakui adanya tren perang harga di industri otomotif tanah air, Suzuki memilih untuk menghormati langkah produsen lain tanpa harus mengikutinya. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan kepuasan pelanggan tetap terjaga, baik pada saat proses pembelian (akuisisi) maupun selama masa penggunaan produk (konsumsi).

Donny menekankan bahwa menjaga kepercayaan konsumen yang telah dibangun sejak tahun 1970-an merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, langkah gegabah dalam strategi harga berisiko mencederai reputasi merek yang telah lama dibina di Indonesia.

Also Read

Suzuki Ogah Ikut Perang Harga Mobil di Indonesia, Ini Alasannya

"Kami melihatnya bagaimana set value ini bisa ter-deliver ke konsumen. Kami sudah di Indonesia dari 70-an, membangun kepercayaan konsumen kami itu bukan hal mudah. Sulit untuk kami recover kalau kami mencederai kepercayaan itu," pungkasnya.

Advertisement

Scroll To Continue with Content

Disclaimer:

Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: oto.detik.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.

Suzuki

Otomotif

Strategi Bisnis

Toyota

IIMS

Editors Team

What's Your Reaction?