Shein Diselidiki Uni Eropa Terkait Penjualan Boneka Seks Anak dan Desain Berisiko
Sumber Foto: Mureks
Internasional

Shein Diselidiki Uni Eropa Terkait Penjualan Boneka Seks Anak dan Desain Berisiko

Raksasa e-commerce fesyen Shein menghadapi ancaman denda besar dari Uni Eropa. Komisi Eropa (EC) secara resmi membuka penyelidikan terhadap platform asal China tersebut terkait dugaan penjualan boneka seks berbentuk anak-anak. Penyelidikan ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act /DSA) Uni Eropa.

Komisi Eropa telah memulai penyelidikan resmi terhadap Shein.

Penyelidikan ini dilakukan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA) Uni Eropa.

Salah satu fokus utama adalah dugaan penjualan boneka yang menyerupai anak-anak di platform Shein.

Shein juga diselidiki terkait potensi desain platform yang dianggap dapat memicu perilaku adiktif.

Jika terbukti melanggar, Shein berpotensi menghadapi sanksi finansial yang signifikan.

DSA bertujuan untuk memastikan platform online besar bertanggung jawab atas konten dan operasional mereka.

Apa itu Digital Services Act (DSA)?

DSA adalah kerangka hukum Uni Eropa yang dirancang untuk mengatur platform online besar, memastikan mereka bertanggung jawab atas konten ilegal dan melindungi hak-hak pengguna.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Apa saja isu utama yang menjadi perhatian dalam penyelidikan Shein?

Penyelidikan ini berfokus pada dugaan penjualan boneka yang menyerupai anak-anak serta potensi desain platform Shein yang dianggap dapat memicu perilaku adiktif.

Apa dampak potensial dari penyelidikan ini bagi Shein?

Jika ditemukan pelanggaran, Shein berisiko menghadapi denda finansial yang substansial dari Komisi Eropa.

Penyelidikan yang diluncurkan pada Rabu, 18 Februari 2026, ini secara spesifik menargetkan distribusi produk yang diduga mengandung materi pelecehan seksual anak di platform Shein. Selain itu, regulator juga akan mendalami risiko yang terkait dengan desain layanan yang berpotensi adiktif serta transparansi sistem rekomendasi Shein, yakni algoritma yang menyarankan produk kepada pembeli daring.

Menanggapi hal ini, seorang juru bicara Shein menyatakan komitmen perusahaan. “Melindungi anak-anak dan mengurangi risiko konten dan perilaku berbahaya merupakan inti dari cara kami mengembangkan dan mengoperasikan platform kami,” ujar juru bicara tersebut. Ia menambahkan bahwa perusahaan berbagi tujuan Uni Eropa untuk “menjamin lingkungan online yang aman dan terpercaya.”

Langkah Uni Eropa ini menunjukkan keseriusan dalam menegakkan regulasi digital, terutama bagi platform besar yang memiliki jangkauan global. Menurut pantauan Mureks, DSA memberikan wewenang kepada EC untuk menjatuhkan sanksi signifikan jika ditemukan pelanggaran, termasuk denda yang dapat mencapai persentase tertentu dari pendapatan global perusahaan.