Satu Tahun Kepemimpinan WarSa: Infrastruktur dan Pelayanan Masih Jadi Tantangan
JOMBANG, KabarJombang.com – Satu tahun kepemimpinan Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin Yazid atau dikenal dengan duet WarSa memunculkan beragam evaluasi dari masyarakat sipil. Sejumlah kalangan menilai kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang belum sepenuhnya menjawab harapan warga seperti yang disampaikan saat masa kampanye.
Direktur Lingkar Masyarakat untuk Indonesia (LinK) Jombang, Aan Anshori, menyebut selama setahun terakhir memang terdapat sejumlah program dan langkah kerja pemerintah. Namun, menurutnya, dampak kebijakan tersebut dinilai belum dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Bukan berarti tidak ada upaya. Tetapi publik menilai hasilnya belum signifikan dan belum menyentuh kebutuhan mendasar warga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Salah satu sorotan utama adalah persoalan infrastruktur jalan. Di sejumlah titik, kondisi jalan berlubang dinilai membahayakan pengguna, terutama di jalur dengan mobilitas tinggi. Kawasan Jogoloyo, misalnya, disebut rawan kecelakaan akibat kerusakan jalan yang belum tertangani optimal.
Aan menilai perbaikan infrastruktur seharusnya menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya respons cepat dan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.
Selain infrastruktur, pelayanan administrasi kependudukan juga menjadi perhatian. Kelangkaan blanko KTP elektronik yang sempat terjadi membuat sebagian warga kesulitan mengurus dokumen penting. Di sisi lain, persoalan tambahan penghasilan bagi puluhan PPPK di RSUD Jombang yang belum cair turut memicu pertanyaan publik.
Dalam situasi tersebut, menurutnya, masyarakat berharap kepala daerah hadir memberikan penjelasan sekaligus solusi konkret.
Dengan jumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jombang yang mencapai lebih dari 10 ribu orang, tantangan pengelolaan birokrasi dinilai tidak ringan. Efektivitas koordinasi dan pengendalian kinerja aparatur menjadi kunci peningkatan mutu layanan publik.
Aan juga menyinggung pentingnya komunikasi publik yang responsif di era digital. Pemerintah daerah dinilai perlu lebih terbuka dan adaptif terhadap kritik masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial.
Sebagai perbandingan, ia mencontohkan gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dikenal aktif turun langsung ke lapangan dan membangun komunikasi intens dengan warga.
Di sisi lain, Pemkab Jombang mencatat sejumlah capaian selama setahun terakhir. Di bidang keuangan, Jombang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
Pada sektor pembangunan, Jombang menempati peringkat ketiga Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat Jawa Timur. Sementara di bidang kesehatan, Jombang memperoleh penghargaan atas capaian intervensi spesifik stunting terbaik Regional 1 tahun 2025 tingkat kabupaten/kota dari Menteri Kesehatan RI.
Dalam pelayanan publik, Jombang juga meraih predikat Pelayanan Prima dari Kementerian PAN-RB dan menempati posisi ketiga nasional dari 415 kabupaten di Indonesia.
Secara makro, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) disebut menurun dari 3,75 persen pada 2024 menjadi 3,28 persen pada 2025.
Namun, Aan mengingatkan agar berbagai capaian tersebut dipahami secara proporsional. Menurutnya, sejumlah program seperti penanganan stunting dan kemiskinan merupakan bagian dari kebijakan nasional dengan peran pemerintah pusat yang cukup besar.
“Penghargaan tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Memasuki tahun kedua masa jabatan, Warsubi dan Salmanudin menggelar doa bersama dan tasyakuran di Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (20/2/2026).
Warsubi menyatakan momentum satu tahun kepemimpinan menjadi ajang refleksi dan rasa syukur atas amanah yang dijalankan. Ia menegaskan komitmen untuk terus mendorong terwujudnya visi “Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua”.
“Tepat satu tahun kami dilantik. Ini menjadi kesempatan untuk bersyukur sekaligus memperkuat komitmen melayani masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, instansi vertikal, serta elemen masyarakat menjaga sinergi demi stabilitas dan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Jombang.




