Sampoerna Perkuat Posisi Strategis PMI dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Jakarta – PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu elemen krusial dalam strategi global Philip Morris International (PMI). Komitmen jangka panjang PMI terhadap Sampoerna bukan sekadar investasi finansial, melainkan pengakuan atas peran strategis perusahaan ini dalam mendorong inovasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan pencapaian kinerja bisnis PMI secara keseluruhan. Sebagai afiliasi kunci, Sampoerna tidak hanya berkontribusi pada profitabilitas perusahaan, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Vassilis Gkatzelis, President East, South East Asia, Pacific, and Global Travel Retail PMI, menegaskan bahwa keberadaan Sampoerna memiliki dampak signifikan dalam memperkuat rantai pasok regional dan meningkatkan daya saing PMI di pasar global. Integrasi Sampoerna ke dalam jaringan PMI telah menciptakan sinergi yang menguntungkan kedua belah pihak, memungkinkan PMI untuk memanfaatkan keunggulan kompetitif Sampoerna di pasar domestik dan internasional.
Peran Sampoerna semakin krusial seiring dengan kontribusinya yang berkelanjutan terhadap industri tembakau nasional. Dengan rekam jejak bisnis yang solid dan investasi berkelanjutan, Sampoerna telah berhasil menciptakan lapangan kerja, mendorong hilirisasi produk tembakau, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara melalui pajak dan cukai. Investasi ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat Indonesia.
Saat ini, Sampoerna berperan sebagai pusat ekspor PMI untuk lebih dari 30 negara di kawasan Asia Pasifik, mencakup produk rokok konvensional dan produk tembakau bebas asap. Hal ini menunjukkan kepercayaan PMI terhadap kemampuan Sampoerna dalam memenuhi standar kualitas internasional dan bersaing di pasar global. Peran ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur dan ekspor produk tembakau di kawasan Asia Tenggara.
"PMI memandang Sampoerna sebagai pilar penting dalam transformasi perusahaan dan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Upaya ini memadukan skala bisnis, inovasi, dan kontribusi sosial untuk mewujudkan kemajuan usaha yang berkelanjutan," ujar Vassilis. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen PMI untuk terus berinvestasi di Indonesia dan mendukung pengembangan Sampoerna sebagai perusahaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial.
Sejak tahun 2008, PMI telah menginvestasikan dana sebesar US$ 6,4 miliar di Indonesia. Investasi ini mencakup berbagai proyek, termasuk pembangunan fasilitas produksi produk tembakau bebas asap di Karawang, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai US$ 330 juta atau setara dengan Rp 5,3 triliun. Fasilitas ini merupakan yang ketujuh di dunia dan pertama di Asia Tenggara, menunjukkan komitmen PMI untuk membawa teknologi dan inovasi terbaru ke Indonesia.
Fasilitas produksi di Karawang dilengkapi dengan Laboratorium Pengujian dan Analisis (Advanced Lab) berstandar global. Laboratorium ini merupakan satu-satunya laboratorium canggih PMI di seluruh Asia dan didukung oleh sekitar 200 tenaga ahli Indonesia yang berkualifikasi tinggi. Keberadaan laboratorium ini memastikan bahwa semua produk yang dihasilkan oleh Sampoerna memenuhi standar kualitas tertinggi dan aman bagi konsumen.
Vassilis, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur Sampoerna pada tahun 2022-2024, menambahkan bahwa Sampoerna, yang kini berusia 113 tahun, membawa warisan panjang dalam industri tembakau Indonesia dan terus menciptakan nilai tambah di seluruh rantai nilai. Kontribusi Sampoerna tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup aspek sosial dan lingkungan.
Sampoerna menyerap lebih dari 90.000 tenaga kerja langsung dan tidak langsung melalui 9 fasilitas produksi yang dikelola langsung serta 43 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang dimiliki dan dioperasikan oleh koperasi dan pengusaha daerah. Selain itu, Sampoerna juga bermitra dengan lebih dari 19.500 petani tembakau dan cengkih di Indonesia. Kemitraan ini memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam upaya untuk mengembangkan produk tembakau bebas asap, Sampoerna telah bermitra dengan lebih dari 600 UMKM di 20 kota dan didukung oleh jaringan SRC di seluruh Indonesia. Kemitraan ini telah menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja baru serta memperluas pemahaman konsumen dewasa terhadap produk tembakau bebas asap. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Sampoerna untuk mendukung pengembangan UMKM dan menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan riset Litbang Kompas (2025), jejak ekonomi dan aktivitas bisnis Sampoerna memberikan dampak ekonomi tahunan sebesar Rp 204,1 triliun, setara dengan sekitar 1% dari PDB Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya peran Sampoerna dalam perekonomian nasional. Efek ini tercermin dalam rasio multiplier sebesar 1,7 kali lipat, di mana setiap Rp 1.000 yang dihasilkan dari aktivitas bisnis Sampoerna mampu menggerakan nilai ekonomi hingga Rp 1.700.
Di luar sektor manufaktur, Sampoerna secara aktif mendukung kemandirian ekonomi rakyat sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah, khususnya melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Upaya ini dijalankan melalui Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah payung Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia.
Saat ini, SRC telah menaungi lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia, sementara SETC telah menjangkau lebih dari 97.000 peserta dan membina sekitar 1.600 UMKM, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi masyarakat. Program-program ini memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses ke pasar bagi UMKM, sehingga mereka dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Dalam bidang sumber daya manusia (SDM), Vassilis menekankan bahwa Sampoerna berperan penting dalam menghasilkan talenta berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Saat ini, talenta asal Indonesia mendukung operasional PMI di 39 negara. Hal ini menunjukkan bahwa Sampoerna telah berhasil mengembangkan SDM yang kompeten dan mampu berkontribusi di tingkat internasional.
"Sampoerna menyediakan tenaga profesional berkualitas di bidang teknologi informasi, keuangan, sumber daya manusia, dan rantai pasokan. Hal ini memposisikan Indonesia sebagai pusat kapabilitas regional sekaligus mengangkat talenta lokal di panggung global," kata Vassilis. Keberhasilan ini merupakan hasil dari investasi yang berkelanjutan dalam pelatihan dan pengembangan SDM.
Sekitar 70 karyawan Sampoerna kini bertugas di luar negeri dalam berbagai fungsi strategis dan posisi kepemimpinan. Perkembangan ini menunjukkan komitmen PMI dan Sampoerna dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu menghadapi dinamika bisnis internasional. Penugasan di luar negeri memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan keterampilan dan pengalaman yang berharga, serta membangun jaringan profesional global.
Menutup penjelasannya, Vassilis menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah RI atas dukungan terhadap keberlanjutan industri, termasuk upaya menjaga stabilitas ekonomi dan penindakan tegas terhadap rokok ilegal. Langkah tersebut sangat penting untuk menciptakan persaingan yang adil bagi industri legal serta mendukung komitmen jangka panjang PMI dan Sampoerna dalam berkontribusi bagi perekonomian nasional.
"Semua inisiatif Sampoerna berlandaskan pada Filosofi Tiga Tangan yang memastikan manfaat bagi konsumen dewasa; karyawan, mitra usaha, dan pemegang saham; serta masyarakat luas demi menciptakan kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya. Filosofi ini menjadi landasan bagi semua kegiatan bisnis Sampoerna dan memastikan bahwa perusahaan beroperasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dengan investasi yang berkelanjutan, komitmen terhadap inovasi, dan dukungan terhadap pengembangan SDM dan UMKM, Sampoerna terus memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memperkuat posisinya sebagai pilar strategis Philip Morris International. Perusahaan ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif bagi masyarakat Indonesia.




