Reses DPRD Kotim: Fokus Aspirasi Infrastruktur dan Kesehatan di Dapil IV
Sumber Foto: Berita Sampit
Nasional

Reses DPRD Kotim: Fokus Aspirasi Infrastruktur dan Kesehatan di Dapil IV

SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Langkap memaparkan hasil kegiatan reses yang dilaksanakan di Daerah Pemilihan IV. Sejumlah aspirasi masyarakat disampaikan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur dasar di pedesaan.

Wilayah Dapil IV sendiri meliputi Kecamatan Kota Besi, Cempaga, Cempaga Hulu dan Telawang. Dari hasil penjaringan aspirasi, persoalan pendidikan menjadi salah satu yang paling banyak disuarakan warga.

“Berbagai kebutuhan sekolah diusulkan, di antaranya perbaikan dan pembangunan pagar sekolah, rehabilitasi ruang kelas yang dinilai sudah tidak layak,” kata Langkap, Kamis 26 Februari 2026.

Ia menyampaikan pembangunan rumah dinas guru, penambahan WC sekolah, ruang kepala sekolah, hingga pengadaan mebeler berupa meja dan kursi.

Selain itu, warga juga meminta perbaikan plafon, pembangunan kanopi sekolah, serta usulan pembangunan taman kanak-kanak di sejumlah desa.

Pada sektor kesehatan, masyarakat mengharapkan adanya pembangunan dan rehabilitasi Puskesmas Pembantu. Usulan pembangunan gedung baru Pustu di Desa Cempaka Mulia Timur turut menjadi perhatian.

Penambahan tenaga kesehatan di Desa Soren dan beberapa desa lainnya juga disampaikan, termasuk kelanjutan rehabilitasi gedung Puskesmas.

Sementara itu, kebutuhan infrastruktur dasar juga mendominasi aspirasi. Warga mengusulkan pengaspalan dan semenisasi jalan di sejumlah titik, penimbunan jalan pertanian, pembangunan jalan usaha tani, pembuatan siring, serta normalisasi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan.

Permintaan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan permukiman dan pengadaan kendaraan pengangkut sampah jenis tossa juga menjadi bagian dari usulan masyarakat.

Di luar itu, terdapat pula aspirasi di bidang pemberdayaan ekonomi dan sosial, seperti bantuan bibit sawit dan bibit ikan, pengadaan alat pencetak pentol di sejumlah desa, program penguatan UMKM, serta pelatihan bagi kader PKK di Kecamatan. (nardi)