Rektor UBA: Pentingnya Infrastruktur untuk Pemulihan Ekonomi Sumbar Pascabencana
Sumber Foto: infoSumbar
Nasional

Rektor UBA: Pentingnya Infrastruktur untuk Pemulihan Ekonomi Sumbar Pascabencana

infosumbar.net- Rektor Universitas Baiturrahmah, Prof Musliar Kasim menyampaikan pandangannya terhadap kondisi ekonomi di Sumbar pascabencana. Menurutnya, Pemerintah Daerah Provinsi Sumbar harus lebih effort dalam membangun kembali infratruktur yang terdampak.

Hal ini ia sampaikannya dalam podcast peta isu yang diadakan oleh Infosumbar pada Kamis, (26/1/2026) dengan tema Rekonstruksi Ekonomi Sumbar Pasca Bencana: Peran Strategis Infrastruktur Tol dan Kebijakan Fiskal

Berita Lokal

Pada program talkshow yang dipandu host Pebri Anita Sari itu, Mantan Wamendiknas era Presiden SBY itu tampil bareng Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Kepala Bappeda Sumbar, Zefnihan dan Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram.

Prof Musliar Kasim menyampaikan, saat ini ekonomi di Sumbar tengah ambruk, bencana sudah terjadi, namun manajemen penyelesaiannya masih kurang bagus.

Contohnya, kata Prof Musliar Kasim, pembangunan jalan tol di Sumbar merupakan salah satu pembangunan tol terlama di dunia. Sementara pemerintah terkesan tidak antusias dalam upaya dan komitmen pembangunan tol tersebut.

Padahal jalan tol merupakan akses yang lebih aman karena memiliki standar tersendiri dibandingkan jalan-jalan tradisional.

Di samping itu, dalam menyambut lembaran dan arus mudik pemerintah harus memastikan transportasi yang aman untuk para perantau yang ingin pulang kampung.

Satu-satunya akses yang siap untuk dilalui saat ini adalah jalur Sitinjau Lauik. Prof Musliar Kasim menyarankan agar dilakukan sistem one way dan harus diumumkan setidaknya dua minggu sebelum lebaran.

Lebih lanjut, tak hanya mengenai akses mobilitas, Prof Musliar Kasim juga menyoroti keadaan sungai di Sumbar Pascabenca. Seperti sungai Batang Kuranji yang hingga kini airnya masih kuning karena terjadi penggundulan hutan di hulu sungai.

“Kita bisa merehabilitasi hutan dengan cara penanaman kembali. Kita mungkin bisa kerahkan ASN dan mahasiswa di Sumbar untuk mengabdi di kawasan tersebut menanam kembali pohon,” tutur Prof Musliar Kasim.

Selain itu, dalam merekonstruksi kembali ekonomi di Sumbar, beberapa kebijakan fiskal yang harus diambil menurut Kepala Bappeda Sumbar, Zefnihan, adalah pemerintah harus kreatif dalam menghidupkan kembali ekonomi dan kecukupan dalam menanggulangi bencana.

“Saat ini kami menunggu proses pencairan dana dari pusat. Pemerintah pusat akan mengucurkan dana sebesar Rp 2,53 Triliun untuk penguatan infrastruktur di Sumbar,” ujar Zefnihan.

Sumbar memang gudangnya bencana. Setiap tahun ada bencana yang menimpa Sumbar. Maka mitigasi bencana sangat penting dan faktor bencana harus menjadi pertimbangan penting dalam mengambil kebijakan.

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram menjelaskan kedepannya menjaga produktivitas, distribusi, hingga stok bahan pangan harus dilakukan dengan baik. Ia optimistis tahun ini ekonomi Sumbar dapat segera pulih pasca lebaran nanti.

Lebih lanjut, menurut Prof Musliar Kasim, strategi yang dapat dilakukan saat ini adalah memanfaatkan program MBG. Pemerintah dapat menggunakan produk lokal seperti sayur dan buah dari hasil produksi petani di Sumbar untuk didistribusikan dalam program MBG tersebut. Hal itu dinilai dapat meningkatkan konsumsi dan daya beli. (*)