Regita Puspita: Dari Hobi Menjadi Pendiri Komunitas Kreator di Mojokerto
Sumber Foto: Sekilas Media -
Lifestyle

Regita Puspita: Dari Hobi Menjadi Pendiri Komunitas Kreator di Mojokerto

Mojokerto,Sekilasmedia.com -Seorang konten kreator asal Mojokerto, Regita Puspita Pitaloka Putri (28), berhasil membangun komunitas kreator yang kini berkembang pesat. Perempuan yang juga seorang istri dan ibu satu anak ini fokus membuat konten seputar beauty dan lifestyle sejak 2020, lalu mulai serius menekuni dunia konten pada 2023 hingga mendapat banyak kerja sama brand.

Awalnya, Regita hanya sibuk membuat konten sendiri di TikTok dan Instagram. Namun setelah mendapat endorse pertama pada 2023, peluang semakin terbuka. Ia bahkan sering diundang menghadiri berbagai event beauty di Surabaya. Dari situ muncul keinginan untuk punya teman seperjuangan yang bisa diajak datang ke acara bersama.

“Waktu itu aku cuma curhat di TikTok soal susahnya cari teman yang sefrekuensi. Ternyata responnya di luar dugaan,” ujarnya. Notifikasi yang membludak membuatnya mengarahkan para followers untuk bergabung ke grup WhatsApp. Tak disangka, anggota yang masuk mencapai lebih dari 400 orang.

Komunitas yang kemudian diberi nama MOJOKERTO COMMUNITY itu berisi kreator aktif hingga pemula yang masih penasaran dunia konten. Regita mulai mengadakan berbagai kegiatan seperti beauty class, kelas online gratis tentang cara memulai menjadi kreator, hingga kerja sama dengan pelaku usaha lokal.

Ia mengaku perjalanan sebagai kreator tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah ketika konten tidak mendapat respons sesuai harapan brand. “Kadang sudah semangat banget, tapi viewers nggak naik atau malah dibatalkan sepihak. Itu lumayan bikin down,” katanya. Biasanya ia bangkit dengan mengevaluasi konten lama dan mencari inspirasi dari kreator lain.

Di sisi lain, dukungan keluarga menjadi faktor penting. Suaminya bahkan membantu menjaga anak dan pekerjaan rumah saat Regita harus menghadiri event atau membuat konten. “Kalau nggak ada support mereka, mungkin aku sudah berhenti dari dulu,” ungkapnya.

Dalam komunitasnya, Regita sering menemui anggota yang merasa minder karena penampilan atau perangkat yang digunakan. Ia selalu meyakinkan bahwa hal itu bukan hambatan. Menurutnya, banyak kreator sukses yang berawal dari peralatan sederhana. Kini ia bangga melihat anggotanya semakin percaya diri tampil di depan kamera.

Regita juga menekankan bahwa komunitas bukan sekadar tempat berbagi informasi atau job endorse. Baginya, komunitas adalah keluarga baru yang saling mendukung. Ia selalu menjaga komunikasi dengan anggota dan memilih menegur secara pribadi jika ada kesalahan, bukan di forum umum.

Menurutnya, profesi konten kreator memang tidak bisa ditebak, seperti naik roller coaster. Kadang ramai, kadang sepi. Namun jika sudah merasakan hasilnya, banyak orang akhirnya serius menekuni bidang ini. Ia juga melihat peran kreator sangat membantu promosi UMKM, terutama di kota kecil seperti Mojokerto yang mudah terpengaruh tren viral.

Ke depan, Regita berharap bisa dikenal sebagai kreator yang bermanfaat bagi pelaku usaha lokal sekaligus perempuan yang terus berkembang meski sudah berkeluarga. Ia juga memberi pesan untuk perempuan lain agar tidak takut mencoba. “Nggak ada istilah setelah menikah cuma jadi ibu rumah tangga. Semua perempuan punya hak berkembang, ini cuma soal waktu, bukan takdir,” tutupnya.