Ratusan Buruh Mie Sedap Gresik Kembali Bekerja Setelah Koordinasi Serikat Pekerja
Sumber Foto: suara indonesia
Sosial

Ratusan Buruh Mie Sedap Gresik Kembali Bekerja Setelah Koordinasi Serikat Pekerja

Latar Media - News

SUARA INDONESIA, GRESIK - Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP KSPI) Jawa Timur menegaskan gejolak ratusan pekerja PT. Karunia Alam Segar (KAS) atau pabrik Mie Sedap di Kabupaten Gresik telah terselesaikan. Para pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) tersebut kini sudah bekerja kembali seperti biasa.

Keputusan memperkerjakan kembali ratusan pekerja diambil setelah sejumlah pihak termasuk Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP KSPI) Jawa Timur melakukan koordinasi langsung dengan managemen perusahaan.

“Jadi setelah ada pemberitaan kita langsung berkoordinasi, dan pihak manajemen perusahaan melalui alih daya atau outsourcing akhirnya memanggil kembali seluruh pekerja, dan mereka kini sudah bekerja lagi,” kata Ketua DPD FSP KEP KSPI Jawa Timur, Siswanto, Kamis (26/2/2026).

Siswanto mengungkapkan bahwa ratusan pekerja yang dirumahkan sebelumnya berasal dari lima perusahaan alih daya (penyedia tenaga kerja), yakni PT. Atiga Langgeng Mandiri, PT. Asnawa Anugerah Utama, PT. Karya Manunggal Jati, PT. Sabda Alam, dan PT. Perwita Nusaraya.

Menurutnya, persoalan yang terjadi hanya menyangkut penyesuaian tenaga kerja antar bagian akibat adanya penurunan kapasitas produksi guna menjaga keberlangsungan usaha secara berkelanjutan.

Namun justru ratusan pekerja alih daya (outsourcing atau hasil kerjasama dengan penyedia tenaga kerja) yang dirumahkan sementara khawatir tidak dipanggil kembali untuk bekerja, bahkan tidak mendapatkan hak Tunjangan Hari Raya (THR).

“Saat kami koordinasi dengan pihak perusahaan untuk meminta klarifikasi, kami saat itu menekankan agar tidak ada PHK pekerja terutama momen menjelang Hari Raya,” terangnya.

Ia pun mengapresiasi pihak manajemen perusahaan yang mengambil langkah cepat dengan mempekerjakan kembali ratusan pekerja tersebut. Mereka kini untuk sementara waktu diperbantukan ke divisi lain yang masih membutuhkan tambahan tenaga.

“Kami apresiasi karena pihak perusahaan kooperatif dengan mempekerjakan kembali ratusan pekerja yang dirumahkan sebelumnya,” pungkasnya. (*)