Rapat Koordinasi Dinas Perhubungan Gorontalo Siapkan Infrastruktur Transportasi 2026
Sumber Foto: InfoPublik
Nasional

Rapat Koordinasi Dinas Perhubungan Gorontalo Siapkan Infrastruktur Transportasi 2026

Kota Gorontalo, InfoPublik - Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi dengan seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan terkait, Jumat (6/2/2026).

Rapat itu untuk menyinkronkan kesiapan pelaksanaan kegiatan sektor transportasi tahun 2026,serta menyusun antisipasi angkutan masa Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, tersebut membahas sejumlah agenda strategis.

“Rapat ini adalah rapat rutin tahunan untuk mengetahui kesiapan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh UPT Kementerian Perhubungan di Provinsi Gorontalo tahun 2026 dan rencana kegiatan 2027,” ujar Sagita usai memimpin rapat.

Menurut Sagita, sejumlah proyek infrastruktur transportasi akan segera dijalankan.

Di sektor laut, akan ada layanan angkutan laut perintis sebanyak empat lintasan dari Pelabuhan Gorontalo.

Sementara itu, pengembangan Pelabuhan Anggrek melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) akan fokus pada pembangunan dermaga dan trestle. PT Pelindo IV juga akan melakukan perluasan container yard, depo empty, dan gate di sisi darat.

Untuk sektor udara, Bandara Djalaluddin akan dikembangkan guna mempersiapkan Embarkasi Haji Penuh dengan dukungan pesawat wide body Boeing 777-300ER. Pekerjaan utama meliputi pembuatan exit taxiway D dan pelebaran apron B tahap I.

Tidak ketinggalan, sektor darat akan mendapatkan perhatian melalui pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan seperti rambu lalu lintas, lampu peringatan, alat penerangan jalan, dan cermin tikung di empat kabupaten, yaitu Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, dan Pohuwato.

Rapat juga secara khusus membahas kesiapan menghadapi puncak arus transportasi pada Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

“Masing-masing UPT memaparkan rencana kegiatan, potensi kendala, serta langkah-langkah antisipatif yang akan dilakukan guna menjamin kelancaran, keselamatan, dan keamanan transportasi bagi masyarakat,” kata Sagita.

Beberapa pembahasan strategis lain yang mengemuka antara lain manajemen aset jembatan timbang di Pohuwato, usulan bantuan teknis perhubungan darat, rencana pemindahan sekolah di ujung landasan Bandara Djalaluddin, serta rencana hibah aset mercusuar milik Pemerintah Daerah Pohuwato di Pelabuhan Bumbulan kepada Kementerian Perhubungan.

Sagita berharap, rakor itu mampu meningkatkan sinergi dan koordinasi antarinstansi.

“Kegiatan ini perlu dilakukan pembahasan lanjutan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2026 sekaligus evaluasi kegiatan tahun 2025,” katanya.

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Otoritas Bandara Djalaluddin, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Gorontalo, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Gorontalo dan Kelas IV Anggrek, Kantor UPP Kelas III Kwandang dan Tilamuta, PT Pelindo IV Gorontalo, PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (AGIT), serta Dinas Perhubungan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. (mcgorontaloprov/rini)