Ramadan Light Festival 2026: Ratusan Lampion Hiasi Purbalingga untuk Dorong Ekonomi Lokal
Ringkasan Berita:
Ratusan lampion tematik menghiasi kawasan Alun-alun Purbalingga serta sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan Jenderal Soedirman, Jalan MT Haryono, dan Jalan Pierre Tendean.
Peresmian festival dilakukan langsung oleh Fahmi M Hanif bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani dan jajaran Forkopimda Kabupaten Purbalingga.
Ramadan Light Festival tahun ini merupakan edisi kedua setelah tahun sebelumnya Pemerintah Kabupaten menggelar kegiatan serupa.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga resmi membuka Ramadan Light Festival 2026 pada Kamis (19/2/2026) malam, sebagai upaya menghidupkan sektor ekonomi kreatif dan menyambut arus mudik Lebaran.
Ratusan lampion tematik kini menghiasi pusat kota dan jalan protokol, mengubah wajah "Kota Perwira" menjadi destinasi visual yang estetik bagi masyarakat.
Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, menyatakan bahwa festival tahun kedua ini bukan sekadar seremoni estetika, melainkan instrumen penggerak ekonomi lokal.
Ia memproyeksikan lonjakan pengunjung dari kalangan warga lokal maupun pemudik yang akan melintasi Purbalingga.
"Kami berharap perputaran ekonomi terdampak positif dari event ini. Sambil menikmati keindahan lampion, masyarakat diharapkan juga berbelanja dan menggerakkan usaha kecil di sekitar lokasi," ujar Fahmi usai menekan tombol peresmian secara simbolis di Alun-alun Purbalingga.
Festival yang akan berlangsung hingga 28 Maret 2026 (H+7 Lebaran) ini melibatkan kolaborasi masif antara pemerintah, dunia pendidikan, hingga sektor swasta.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Sadono, merinci bahwa peserta dibagi menjadi kategori lomba dan partisipan.
Kategori lomba melibatkan kolaborasi antar-desa (satu lampion per lima desa) serta institusi pendidikan dari tingkat SMP hingga SMA.
Sementara itu, kategori partisipan mencakup jajaran Forkopimda, OPD, BUMD, hingga pihak swasta dan pertokoan di sepanjang jalan protokol seperti Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan MT Haryono.
Daya Tarik Wisata dan Spot Foto Estetik
Antusiasme warga mulai terlihat sejak malam pembukaan. Windi, warga Babakan, mengaku sengaja datang ke Alun-alun Purbalingga untuk berburu foto bersama keluarga sebelum waktu berbuka puasa tiba.
"Suasananya jadi lebih asyik dan estetik untuk foto-foto sambil ngabuburit. Ini jadi hiburan baru yang segar buat warga," ungkapnya.
Dengan cakupan hiasan lampion yang meluas hingga ke jalan-jalan utama, Ramadan Light Festival 2026 Purbalingga diharapkan mampu memperkuat citra daerah sebagai kota yang ramah wisatawan dan siap menyongsong bulan suci Ramadan 1447 H dengan semangat kebersamaan. (jti)




