PT United Tractors Perkuat Ketahanan Masyarakat di Lereng Arjuno
Sumber Foto: RM.ID
Ekonomi

PT United Tractors Perkuat Ketahanan Masyarakat di Lereng Arjuno

Latar Media - RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan dampak perubahan iklim, PT United Tractors Tbk (UT) menegaskan komitmennya membangun ketahanan masyarakat melalui pendekatan jangka panjang.

Head of Corporate Communications and Sustainability Division PT United Tractors Tbk Dianwahyu Sri Purnomo mengatakan, ketahanan masyarakat tidak cukup dibangun melalui respons darurat semata.

“Dibutuhkan komitmen jangka panjang yang dijalankan secara konsisten, kolaboratif, dan berkelanjutan. Melalui penerapan sistem manajemen bencana, UT hadir sebagai mitra strategis yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat kapasitas serta kemandirian masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Perusahaan meyakini penguatan kapasitas dan kemandirian warga tidak cukup dilakukan melalui respons darurat, tetapi harus dijalankan secara konsisten, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Desa UniTy, inisiatif pemberdayaan berbasis potensi lokal yang mengintegrasikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dengan masyarakat sebagai penggerak utama.

"Program ini dijalankan di lereng hutan Gunung Arjuno, tepatnya di Kota Batu, Jawa Timur, dan telah menjangkau 819 warga di Desa Sumbergondo, Tulungrejo, Tawangargo, dan Giripurno," katanya.

Penguatan Lingkungan dan Mitigasi Bencana

Dianwahyu mengatakan, di bidang lingkungan, UT mendorong penguatan mitigasi risiko bencana sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.

Langkah tersebut antara lain penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Sumbergondo dan Kedung Giripurno, pelaksanaan Program Kampung Iklim (PROKLIM) di Dusun Wonorejo, serta revegetasi hutan seluas 567 hektare melalui penanaman pohon produktif bernilai ekonomi.

Di TPS3R Desa Sumbergondo, sampah rumah tangga dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan, sayur, buah, dan daun dicacah lalu diproses dalam bak kompos dengan tambahan bakteri pengurai untuk mempercepat dekomposisi.

Setelah dua hingga tiga bulan, kompos matang dicacah dan diayak sebelum dikemas dan dipasarkan.

"Pengelolaan tersebut membantu mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA), terutama setelah TPA di Kota Batu ditutup pada 2023," imbuhnya.

Selain berdampak pada lingkungan, rumah kompos juga membuka lapangan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD), serta menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah terpadu.

Penguatan Layanan Kesehatan

Di bidang kesehatan lanjut Dianwahyu, UT membina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tawangargo dan mengembangkan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Sumbergondo.

Perusahaan juga berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Batu dan Pemerintah Desa Giripurno dalam penyelenggaraan Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) serta Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG).

Program yang diwisuda pada September 2025 itu masing-masing diikuti 30 peserta.

Fokusnya peningkatan keterampilan pola asuh positif bagi orang tua dan penguatan kapasitas lansia agar menjadi SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif) dan bermartabat.

Penguatan Ekonomi dan Kewirausahaan

Dalam bidang kewirausahaan, UT mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Salah satu capaian terlihat pada UMKM kopi khas lereng Gunung Arjuno yang mencatat peningkatan pendapatan hingga 50 persen setelah mendapat pendampingan berupa pelatihan, penguatan kapasitas, dan fasilitasi pemasaran.

Selain itu, UT mendukung pengembangan peternakan domba yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumbergondo.

"Kegiatan saat ini difokuskan pada budidaya dan peningkatan populasi untuk membangun fondasi usaha berkelanjutan."

Di sektor pertanian, UT mendampingi pengembangan alpukat hass yang telah memasuki tahap awal panen di area revegetasi Desa Sumbergondo dan Tulungrejo.

Hasil panen dipasarkan melalui tengkulak, sembari dilakukan penjajakan kerja sama dengan koperasi di Kota Batu untuk memperluas akses pasar.

Perusahaan juga mendorong pengembangan produk olahan bernilai tambah, seperti keripik alpukat metode vacuum frying.

Pendidikan dan Kesiapsiagaan

Di bidang pendidikan dan kesiapsiagaan bencana, UT menggelar audiensi perencanaan program CSR bersama warga dan pemangku kepentingan desa.

Hasilnya, disepakati pengembangan pertanian hortikultura berkelanjutan, termasuk rencana pembangunan greenhouse pembibitan seluas sekitar 3.000 meter persegi dengan sistem irigasi otomatis.

Program lain yang dijalankan meliputi benchmarking penguatan TPS3R, pembangunan greenhouse bibit sayur, serta pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) guna memperkuat ketahanan pangan.

UT juga membina tiga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Sumbergondo melalui pemberian alat permainan edukatif dan renovasi fasilitas.

Ke depan, pembinaan akan diperluas ke Desa Giripurno. Melalui Desa UniTy, UT menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko bencana serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi di wilayah lereng Gunung Arjuno.