PT Timah Dukung Festival Ruwah dan Perang Ketupat di Tempilang
Sumber Foto: Radar Bahtera
Hiburan

PT Timah Dukung Festival Ruwah dan Perang Ketupat di Tempilang

Post Views: 4,760

BABEL, RADARBAHTERA.COM – Komitmen menjaga warisan budaya kembali ditunjukkan PT Timah Tbk dengan mendukung pelaksanaan Festival Adat Ruwah dan tradisi Perang Ketupat di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Dukungan tersebut disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan diterima langsung oleh Ketua Umum Festival, Sahanan Ali. Penyerahan bantuan turut disaksikan Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, pada Jumat (20/2/2026).

Sahanan Ali menyampaikan bahwa kontribusi PT Timah sangat membantu panitia dalam menutupi berbagai kebutuhan kegiatan yang telah digelar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan rangkaian acara adat, hiburan musik, hingga kegiatan olahraga seperti turnamen bola voli dan sepak bola yang menjadi bagian dari kemeriahan festival.

Menurutnya, konsistensi dukungan PT Timah setiap tahun menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi Ruwah dan Perang Ketupat di Tempilang. Ia pun mengapresiasi peran perusahaan yang dinilai selalu hadir mendampingi masyarakat dalam momentum budaya tahunan tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi perusahaan tambang timah tersebut. Ia menilai kontribusi dunia usaha sangat berperan dalam memastikan pesta adat tetap terlaksana secara maksimal dan meriah.

Festival Ruwah dan Perang Ketupat sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Tempilang yang sarat makna spiritual dan kebersamaan. Setiap tahunnya, tradisi ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga magnet wisata yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Melalui dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya lokal, PT Timah menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat di wilayah operasionalnya. Perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan pertambangan, tetapi juga aktif menjaga nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (*/RB)