Ponsel Berbasis AI Jadi Primadona, Harga Laptop Terus Melonjak Jelang Liburan Tet
Sumber Foto: Vietnam.vn
Sorotan Utama

Ponsel Berbasis AI Jadi Primadona, Harga Laptop Terus Melonjak Jelang Liburan Tet

Sementara ponsel pintar terus mempertahankan popularitasnya berkat model unggulan dan adopsi kecerdasan buatan yang meluas, industri laptop sedang berjuang di bawah tekanan kenaikan harga dalam rantai pasokan global.

Tunggu musim belanja puncak di bulan Februari.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, suasana berbelanja produk teknologi di jalan-jalan yang dianggap sebagai "pusat perbelanjaan" seperti Thai Ha atau Cau Giay agak lebih tenang kali ini.

Menurut Ibu Hoang Minh Tam, perwakilan media dari sistem Hoang Ha Mobile, alasannya bukan karena penurunan daya beli, tetapi terutama karena faktor waktu.

"Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penjualan saat ini lebih rendah karena Tahun Baru Imlek datang lebih lambat tahun ini. Kami memperkirakan periode puncak belanja akan jatuh pada paruh pertama bulan Februari, dari tanggal 1 hingga 15 Februari, ketika orang-orang mulai menerima bonus Tết dan permintaan untuk upgrade ke perangkat baru untuk liburan musim semi meningkat," kata Ibu Tam.

AI pada ponsel pintar: "Bumbu" baru untuk perlombaan yang sudah lama berlangsung.

Tahun 2026 dianggap sebagai tahun di mana kecerdasan buatan akan diadopsi secara luas pada ponsel pintar. Survei di berbagai pengecer menunjukkan bahwa AI menjadi keuntungan yang signifikan, terutama menarik perhatian pekerja kantoran dan mahasiswa berkat fitur-fitur seperti terjemahan waktu nyata, ringkasan teks, dan pengeditan foto cerdas.

Namun, perwakilan dari sistem ritel juga mengakui bahwa AI bukanlah satu-satunya faktor penentu.

"Konsumen Vietnam masih sangat selektif. Merek, harga, daya tahan, dan kemampuan kamera yang baik tetap menjadi faktor kunci sebelum pelanggan memutuskan untuk membeli," ungkap seorang perwakilan dari sebuah jaringan ritel.

Yang perlu diperhatikan, segmen kelas menengah telah mengalami pertumbuhan yang kuat tahun ini. Tren ini bukan berasal dari pengguna yang meninggalkan model kelas atas, melainkan mencerminkan gelombang peningkatan yang jelas dari pelanggan yang saat ini menggunakan ponsel pintar murah ke model dengan kualitas yang lebih baik, yang memenuhi beragam kebutuhan hiburan dan pekerjaan mereka.

Harga laptop terus naik, sedangkan smartphone mudah didapatkan.

Berbeda dengan pasar smartphone yang berkembang pesat, industri laptop menghadapi banyak tantangan, terutama kenaikan harga dan pasokan yang terbatas.

"Akibat meningkatnya harga chip dan komponen global, harga laptop telah naik 10% hingga 30% tergantung segmennya. Beberapa distributor untuk sementara menghentikan impor stok baru untuk memantau perkembangan pasar, sehingga mempersempit pilihan konsumen," ungkap seorang perwakilan dari jaringan distribusi.

Sementara itu, pasokan telepon seluler tetap stabil. Merek-merek besar seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi telah melakukan persiapan menyeluruh terkait rantai pasokan mereka, yang membantu membatasi kekurangan atau kenaikan harga yang tidak wajar di pengecer besar.

Survei yang dilakukan di beberapa jaringan ritel besar di Hanoi menunjukkan bahwa harga smartphone unggulan umumnya stabil, disertai dengan berbagai program promosi.

Di segmen kelas atas, iPhone 17 Pro Max 256GB terus memimpin penjualan, dengan harga berkisar antara 36,69 juta hingga 37,99 juta VND. Sementara itu, Samsung Galaxy S25 Ultra mencatat penurunan harga terdalamnya, kini berkisar antara sekitar 23,79 juta hingga 28,5 juta VND, yang dilihat sebagai langkah untuk membuka jalan bagi generasi Galaxy S26 yang akan datang.

Di segmen kelas menengah, seri Samsung Galaxy A tetap menarik dengan harga mulai dari 8,5 juta hingga 12 juta VND. Yang menarik, Xiaomi Redmi Note 15 Pro, sebuah ponsel pintar berbasis AI yang dianggap memiliki harga kompetitif, dibanderol mulai dari 7,1 juta hingga 9,5 juta VND, menarik minat yang signifikan dari pelanggan muda.

Sebaliknya, pasar laptop terus berfluktuasi. Lini laptop gaming populer seperti Nitro dan LOQ mengalami kenaikan harga sekitar 2 hingga 4 juta VND, mencapai antara 19,5 juta dan 26,5 juta VND.

Bahkan laptop kantor arus utama, meskipun tetap mempertahankan harga antara 14 juta dan 22 juta VND, mengalami kelangkaan, sehingga menyulitkan konsumen untuk memilih produk yang sesuai di akhir tahun.

Mengingat perkembangan ini, para ahli ritel menyarankan agar konsumen mengambil keputusan lebih awal jika mereka perlu membeli laptop untuk menghindari risiko kenaikan harga lebih lanjut. Sementara itu, untuk smartphone, awal Februari diprediksi akan menjadi "periode emas" dengan banyak program promosi menarik dari para peritel.