Pertamina Luncurkan SI CADIAK untuk Pengelolaan Limbah Berbasis Masyarakat
Pertamina Patra Niaga meluncurkan inovasi Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah (SI CADIAK) untuk pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat, menciptakan nilai ekonomi dan keberlanjutan.
23:00:53
Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen kuatnya dalam pengelolaan limbah produktif melalui peluncuran inovasi Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah (SI CADIAK). Program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat lokal dan memanfaatkan potensi daerah secara berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi contoh nyata kolaborasi efektif antara perusahaan dan warga dalam mencari solusi lingkungan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyatakan bahwa SI CADIAK tidak hanya mengatasi masalah limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru. Program ini memperkuat ketahanan energi berbasis biogas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif. Pendekatan inovatif ini juga mendukung pemenuhan kriteria PROPER perusahaan.
Program SI CADIAK secara khusus diterapkan di Nagari Padang Toboh, di mana limbah pertanian dan peternakan menjadi isu utama yang perlu penanganan serius. Melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau, Pertamina Patra Niaga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini. Fokusnya adalah ekonomi sirkular, mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai.
Inovasi Berkelanjutan untuk Lingkungan dan Ekonomi Lokal
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa program SI CADIAK merupakan salah satu program andalan untuk mendukung kriteria Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Pendekatan yang diterapkan berfokus pada inovasi dan dampak terukur. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat nyata di lokasi pelaksanaan.
Program ini juga menjadi tolak ukur praktik pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah lain. Untuk memperkuat kinerja lingkungan dan sosial secara berkelanjutan, dibutuhkan pendekatan terintegrasi. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada perlindungan lingkungan saja.
Pemberdayaan masyarakat serta pengukuran dampak yang terstruktur dan terukur juga menjadi bagian penting. Roberth M. V. Dumatubun menjelaskan, “Ini jadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan warga mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. Tak hanya selesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif.”
Solusi ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, namun juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif.
Transformasi Limbah Pertanian dan Peternakan Menjadi Sumber Daya Bernilai
Di Nagari Padang Toboh, tantangan pengelolaan limbah pertanian dan peternakan sebelumnya menjadi isu utama yang belum optimal. Pertamina Patra Niaga, melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau, menghadirkan program SI CADIAK sebagai solusi. Program TJSL ini berlandaskan konsep ekonomi sirkular.
Limbah pertanian, seperti jerami, yang sebelumnya dianggap sisa hasil panen, kini diposisikan sebagai sumber daya bernilai. Pendekatan eco-inovasi memungkinkan pengolahan jerami secara berkelanjutan. Ini bertujuan untuk menekan praktik pembakaran terbuka yang merusak lingkungan.
Selain itu, eco-inovasi juga meminimalkan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan potensi lokal. Roberth M. V. Dumatubun menyatakan, “Kongkretnya, program ini mengubah limbah jerami dan kotoran ternak menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.”
Inisiatif ini secara signifikan mengurangi limbah dan menciptakan produk baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dampak Positif SI CADIAK pada Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat
Program SI CADIAK telah menunjukkan dampak signifikan dalam pengelolaan limbah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebanyak 894 ton jerami per tahun dan 864 ton kotoran ternak berhasil diolah. Hasil olahan tersebut berupa kompos, bioetanol, dan parfum jerami ramah lingkungan bernama ARUWA.
Produk-produk ini juga mendukung Program Sawah Pokok Murah serta menghasilkan energi baru terbarukan melalui PLTS. Energi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung Learning Center UKASEMA. Dampak lingkungan yang dihasilkan sangat positif, termasuk penurunan emisi hingga 1.305 ton CO₂e per tahun.
Selain itu, program ini berkontribusi pada pengurangan kasus ISPA sampai 80 persen dalam periode 2022–2025. Peningkatan pendapatan masyarakat juga tercatat hingga 63 persen melalui diversifikasi produk dan efisiensi biaya pertanian. Inisiatif ini selaras dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Secara spesifik, program ini mendukung poin pertama (tanpa kemiskinan), poin delapan (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), poin 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), dan poin 13 (penanganan perubahan iklim). Dengan demikian, SI CADIAK tidak hanya memberikan dampak lokal, tetapi juga berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional.




