Pencinta Tenis Belitung Dorong Perhatian pada Sarana Olahraga di Hari Tenis Sedunia
Latar Media - RRI.CO.ID, Tanjungpanda - Peringatan Hari Tenis Sedunia (World Tennis Day) setiap tanggal 2 Maret menjadi momentum bagi para pencintanya untuk membangkitkan kembali gairah olahraga raket itu. Di tengah dinamika olahraga lokal, para pegiat tenis berharap momen ini tidak sekadar seremoni, melainkan langkah nyata dalam memperbaiki sarana dan pembinaan atlet di daerah sepertihalnya di Belitung.
Dalam interaktif melalui sambungan telepon, Senin (2/Maret/2026), Handoko, seorang pencinta tenis lokal, menyoroti pentingnya aksesibilitas lapangan bagi publik.
"Kami berharap peringatan ini menjadi pengingat bagi pihak terkait untuk lebih memperhatikan kondisi lapangan. Tenis di Belitung harus bisa dinikmati semua kalangan, bukan hanya segelintir orang saja," ujar Handoko.
Senada dengan itu, Wicaksono yang juga bergabung via telepon, menekankan bahwa potensi bakat muda di Belitung sangat besar namun masih butuh wadah kompetisi.
"Potensi kita sebenarnya tidak kalah, namun tanpa turnamen rutin di tingkat kabupaten sampai provinsi, bakat-bakat ini akan sulit berkembang secara maksimal," kata Wicaksono.
Sementara itu di Belitung sendiri terdapat beberapa lapangan tenis yang biasa digunakan untuk latihan persiapan atlit dan turnamen diantaranya seperti Lapangan Tenis Husin dan lapangan tenis kodim. Kehadiran lapangan tenis tersebut menjadi bukti bahwa gairah olah raga tenis di Belitung itu ada.
Hari Tenis Sedunia pertama kali diluncurkan pada tahun 2013 oleh Federasi Tenis Internasional (ITF). Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan olahraga ini secara global dan mendorong partisipasi pemain baru, terutama kaum muda, agar lebih mencintai tenis lapangan.




