Pemkab Purwakarta Terus Tingkatkan Infrastruktur di Tengah Kebijakan Efisiensi
KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Kabupaten Purwakarta mengalami perubahan yang cukup signifikan selama setahun kepemimpinan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein bersama Wakil Bupati Abang Ijo Hapidin. Perubahan paling terlihat adalah infrastruktur umum, seperti jalan-jalan dari kota hingga perdesaan.
Binzein memastikan program peningkatan infrastruktur tetap menjadi prioritas di tengah kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pusat, provinsi, maupun yang dilakukan pemerintah daerahnya. Di sisi lain, dia juga mengaku tetap memprioritaskan program pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi. ”Prioritas selain kesehatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi, adalah infrastruktur. Sudah tampak beberapa ruas jalan yang kita perbaiki dan itu adalah salah satu kerja keras dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta di tengah efisiensi, tetap masih terus membangun,” ujarnya, belum lama ini.
Saat ditemui di tengah kunjungan ke Gerakan Pasar Murah di Kecamatan Purwakarta, Binzein menyebutkan beberapa pencapaiannya selama setahun terakhir. Sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta pada 20 Februari 2025 lalu, pasangan Binzein-Abang Ijo memang langsung menjalankan program peningkatan infrastruktur.
Selama 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Purwakarta mencatat tingkat kemantapan jalan kabupaten mencapai 81,63%, tepatnya 633,80 kilometer dari total 776,385 kilometer. Sepanjang 376,38 kilometer di antaranya bahkan tergolong berkualitas baik dan 257,42 kilometer berkualitas sedang.
Menurut dia, peningkatan kualitas maupun kuantitas infrastruktur akan langsung berdampak terhadap program-program daerah yang lain. Berkat jalan yang mulus, masyarakat diyakini dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan, pendidikan, hingga meningkatkan perekonomian mereka.
”Ada titik tekan prioritas pembangunan infrastruktur karena itu salah satu faktor penentu. Jadi, kalau jalannya masih jelek, kita mau bawa orang ke rumah sakit pasti akan sangat terkendala akses. Terus, di daerah-daerah yang terisolasi ketika ada yang harus melahirkan, terkendala juga,” ujar Binzein.
Sejauh ini, dia meyakinkan program peningkatan infrastruktur dan program-program lainnya telah dijalankan secara simultan. Langkah yang diambil pemerintah daerahnya dinilai masih sesuai dengan rencana awal sebelum dia dilantik sebagai bupati. Program peningkatan infrastruktur juga diikuti dengan perubahan pola pekerjaan hingga aturan pembiayaannya. Kebijakan itu untuk menjaga kualitas pembangunan infrastruktur di Purwakarta. Dia meminta, pembangunan infrastruktur digeser dari biasanya dilaksanakan setiap akhir tahun, menjadi akhir triwulan pertama. Selain itu, mulai 2026, setiap pekerjaan barang dan jasa tidak bisa langsung dibayarkan sebelum melewati pemeriksaan inspektorat.
Jalan terakhir yang baru saja diresmikan Bupati adalah jalan alternatif penghubung Rancadarah-Gurudug, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta. Bagi warga Desa Gurudug, jalan tersebut menjadi akses penting untuk mendukung perekonomian mereka setelah sempat hampir terisolasi selama bertahun-tahun akibat jalan yang rusak.




