Partai Buruh Tolak Impor 105.000 Pickup dari India, Serukan Dukungan untuk Industri Dalam Negeri
Sumber Foto: detikFinance
Sosial

Partai Buruh Tolak Impor 105.000 Pickup dari India, Serukan Dukungan untuk Industri Dalam Negeri

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance

Selasa, 24 Feb 2026 12:59 WIB

Jakarta -

Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keras rencana PT Agrinas Pangan Nusantara yang ingin mengimpor 105.000 unit pickup untuk keperluan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih senilai lebih dari Rp 24 triliun dari India.

Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan jika seluruh pesanan pickup ini diberikan kepada produsen-produsen otomotif dalam negeri, maka dampak yang bisa dihasilkan untuk para buruh Indonesia akan sangat besar. Mulai dari perpanjangan kontrak kerja untuk para buruh hingga penyerapan tenaga kerja baru.

"105.000 pickup itu kalau diproduksi di dalam negeri, di produsen-produsen mobil itu akan memperpanjang kontrak buruh-buruh yang bekerja di pabrik mobil di Indonesia, kok malah dikasih ke India? Ini gimana cara berpikirnya?" katanya dalam konferensi pers yang dilakukan secara online, Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"105.000 mobil itu menyerap tenaga kerja puluhan ribu. Bayangkan kalau 105.000 mobil itu katakan produksinya mungkin 6 bulan mungkin sampai 1 tahun. mungkin itu menyerap 10.000 tenaga kerja baru," ucap Said lagi.

Baca juga: Pengusaha Ingatkan Mobil Pickup Impor dari India Berpotensi Jadi Bangkai

ADVERTISEMENT

Belum lagi menurut Said aliran dana untuk keperluan program Koperasi Merah Putih ini sebagian besar didorong dari APBN. Sehingga sangat sayang jika uang negara yang salah satu sumbernya berasal dari pajak masyarakat malah diberikan untuk menyejahterakan buruh-buruh India.

"Kan itu uang pajak rakyat Indonesia dalam APBN, kok menghidupkan buruh India? Pekerja India bergembira, pekerja buruh di sektor otomotif terancam PHK, ini kebijakan apa?" tegas Said.

Untuk itu ia benar-benar meminta agar proyek pengadaan kendaraan operasional sebesar ini diserahkan kepada industri dalam negeri. Di mana menurut Said produsen seperti Hino hingga Mitsubishi yang memiliki pabrik di Indonesia memiliki mutu yang lebih baik dari India.

"Berkenaan dengan 105.000 impor mobil dari India, stop, batalkan, berikan kepada produsen dalam negeri. Ada Hino, Isuzu, ada Suzuki, ada Toyota, ada Mitsubishi, itu kan anggota-anggota KSPI, dan pabrikan Jepang lebih top, mutu, kualitas. Kalau harga bisa negosiasi dengan menurunkan spesifikasi," pungkasnya.

Simak juga Video 'RI Mau Impor 105 Ribu Mobil Pickup dari India Buat Kopdes Merah Putih':

[Gambas:Video 20detik]

(igo/fdl)

impor pikap buruh indonesia industri otomotif apbn koperasi merah putih

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikFinance

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mulai Juni

detikFood

Bangkit! Fahmi Bo Kini Jualan Acar Buntut di Rumah, Modal dari Raffi Ahmad

detikOto

Motor Listrik Vs Motor BBM Terobos Banjir di Kebayoran Lama

Sepakbola

Paul Pogba Dicap Sudah Habis

Sepakbola

Gary Neville ke Jamie Carragher: Mana Ucapan Selamatnya?

detikHot

Alasan Kuat Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee

detikNews

Banjir di Jakarta Meluas, 55 RT dan 3 Ruas Jalan Terendam